BNI. Media Indonesia/Panca Syaukarni.
BNI. Media Indonesia/Panca Syaukarni.

BNI Akui Penerapan PSAK 71 Gerus Modal Perbankan

Ekonomi bni
Husen Miftahudin • 20 Agustus 2019 19:50
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengakui penerapan ketentuan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 bakal menggerus permodalan bank. Meski bagi emiten berkode saham BBNI ini, dampak tergerusnya laba perseroan dari aturan tersebut masih dalam batas aman.
 
"Ini kan masih masa percobaan. Kalau perhitungan-perhitungan awal ya ada (menggerus laba BNI), tapi masih back and forth terus lah," kata Direktur Manajemen dan Risiko BNI Bob Tyasika Ananta usai menghadiri kuliah umum di Perbanas Institute, Jalan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
PSAK 71 berlaku pada Januari 2020. Pemberlakuan pedoman ini dikhawatirkan industri perbankan lantaran bisa menggerus rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR), sehingga dapat menahan ekspansi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam PSAK 71, perbankan diwajibkan menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sejak awal periode kredit. Aturan sebelumnya, CKPN baru disediakan setelah terjadi peristiwa yang mengakibatkan risiko gagal bayar. BNI, aku Bob, saat ini telah menyiapkan CKPN. Namun Bob enggan menyebut secara detail.
 
"Kita masih dalam koridor yang kita tetapkan," tutur dia.
 
Di tempat yang sama, Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menyatakan revisi standar pelaporan ini ditujukan sebagai antisipasi gagal bayar kredit akibat perubahan kondisi ekonomi. Hal ini berkaca pada perubahan kondisi ekonomi yang mendadak di 2008 yang mengakibatkan sejumlah korporasi, utamanya di sektor finansial mengalami gagal bayar kredit.
 
"Dalam jangka panjang kalau ini ditegakkan bakal bagus bagi industri perbankan," pungkas dia.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif