Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

BCA Minta Nasabah Tidak Gunakan VPN Gratis

Ekonomi bca
24 Mei 2019 09:35
Jakarta: Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Santoso mengatakan layanan perbankan digital atau mobile banking maupun di komputer jaringan (internet banking) milik BCA sangat aman, dan tidak akan mudah ditembus oleh sistem yang rentan penyadapan.
 
"Layanan mobile banking kami gunakan end to end encryption (sistem enkripsi dari ujung ke ujung) yang akan mengacak data yang dikirim nasabah ke host (pusat data) kami, jadi tidak akan mudah dilacak, kemudian, selain itu sistem keamanan digital kami juga berlapis, tidak akan mudah ditembus," kata Santoso, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Santoso mengatakan, meskipun masyarakat pada saat ini banyak menggunakan sistem jaringan virtual pribadi (virtual private network/VPN), data-data nasabah di BCA tidak akan bisa atau mudah disadap.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sistem Teknologi Infromasi kami memiliki keamanan berlapis dan sudah diuji coba sedemikian kali," ujarnya.
 
Namun, Santoso mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan kualitas sistem keamanan yang disediakan di aplikasi VPN gratisan (free download). Karena itu, jika masyarakat ingin mengakses layanan mobile banking ataupun internet banking BCA, kata Santoso, sebaiknya tidak menggunakan VPN gratisan.
 
"Kami tidak tahu kualitas VPN itu, ada yang gratis, ada yang bayar. Karena VPN ibarat lorong. Nasabah kirim data ke kami menggunakan lorong itu. Nah kami tidak tahu kualitas lorong itu bagus atau tidak? Data yang dikirimkan dari nasabah bisa lengkap terkirim ke pusat informasi kami atau tidak. Jadi kalau ditanya soal VPN gratis, ya lebih baik jangan pakai VPN," ujarnya.
 
Aplikasi penyedia Virtual Private Network (VPN) gratis mendadak menjadi incaran masyarakat dan laris manis diunduh di sistem teknologi Android dan iOS. Penyebabnya adalah pembatasan media sosial yang dilakukan pemerintah menyusul kericuhan 21-22 Mei 2019 di sejumlah titik di Jakarta.
 
Pemerintah memutuskan membatasi fitur unduh dan unggah foto atau video di aplikasi Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran informasi palsu (hoaks) berisi provokasi terkait aksi massa di sekitar Kantor Bawaslu RI tersebut.
 
Akses yang terbatas ini membuat masyarakat berbondong-bondong mengunduh aplikasi VPN untuk mengakali pembatasan internet dari pemerintah. Sejak itu pula muncul pesan berantai melalui Whatsapp mengenai imbauan menggunakan VPN saat bertransaksi melalui mobile banking ataupun digital banking.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif