Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Mesah Tarigan
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Mesah Tarigan

Kementan Berambisi Jadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Ekonomi kementerian pertanian
Deny Irwanto • 05 Maret 2018 14:14
Bali: Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan dunia. Ambisi itu diyakini akan tercapai pada 2045.
 
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Mesah Tarigan mengatakan, untuk merealisasikan tujuan itu, pihaknya melakukan pelatihan pelaku usaha bidang pertanian dengan tema Advanced Agribusiness Management Course for Executives and Managers yang digelar Kementan bersama Asian Productivity Organization (APO) dan pihak terkait.
 
"Kegiatan ini sejalan dengan program pengembangan kebijakan pertanian, yang saat ini berfokus pada perwujudan swasembada beras, kedelai, jagung, daging, gula, dan komoditas strategis lainnya," kata Mesah di Dynasty Resort, Jalan Kartika, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin, 5 Maret 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mesah menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Indonesia perlu mengoptimalkan pengembangan pemasaran berkelanjutan untuk mencapai stabilitasi harga.
 
Baca: Kementan Pastikan Ada Panen di Setiap Daerah
 
Selain itu, kata Mesah, Indonesia perlu mengembangkan industri hilir nasional agar pelaku usaha mendapat keuntungan melalui nilai tambah produk yang optimal.
 
"Saat ini sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) menghadapi tantangan serius. Diperkirakan hanya sebagian kecil UKM yang dapat bertahan di era globalisasi yang penuh tekanan baik di dalam negeri maupun internasional," jelas Mesah.
 
Menurut Mesah, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah Indonesia perlu melakukan pengembangan sumber daya manusia, teknologi, dan integrasi ekonomi regional untuk pertumbuhan UKM.
 
Mesah menilai UKM berperan besar di Indonesia, sebab sektor ini menjadi penyumbang utama PDB (produk domestik bruto) dan lapangan kerja yang melibatkan 57 juta UKM dan menyumbang 61,41 persen PDB, serta menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.
 
"Sektor UKM juga memainkan peranan penting dalam ketahanan ekonomi, mengurangi kemiskinan, memicu pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan yang adil dan berkelanjutan," kata Mesah.
 

 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi