BPS Tegaskan Independen Sajikan Data
Gedung BPS (MI/Atet Dwi Pramadia)
Bogor: Badan Pusat Statistik (BPS) menjamin setiap data yang dirilis bersandar pada independensi. Hal ini dikatakan Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyusul banyak anggapan yang menyebut data BPS untuk menyenangkan pihak tertentu.

"Independensi bagi BPS adalah harga mati. Kalau tidak independen, BPS tidak ada gunanya lagi," tegas Kecuk, dalam Workshop Peningkatan Wawasan Statistik kepada Media, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 24 November 2018.

Kecuk mengungkapkan lembaga statistik resmi negara memberi input yang cukup penting bagi perekonomian. Dia mencontohkan krisis di Argentina terjadi karena lembaga statistik negara tersebut banyak mendapat intervensi, termasuk saat menyajikan data inflasi.

"Kalau inflasi tidak mencerminkan yang sebenarnya, berpengaruh ke berbagai indikator seperti pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan," tuturnya.

Hal senada dikatakan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Bhima menyoroti beberapa politisi yang kerap "menggoreng data" untuk kepentingan politik.

Menurut Bhima hal ini menjadi tantangan bagi BPS untuk memberi pencerahan kepada masyarakat lewat data-data yang valid. Apalagi, masyarakat saat ini cenderung membaca data hanya dari judul berita.

"Untuk itu, penting menyajikan data yang menarik, terutama bagi kalangan milenial," kata Bhima, pada kesempatan yang sama.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id