Citilink. MI/ARYA MANGGALA.
Citilink. MI/ARYA MANGGALA.

Bagasi Berbayar untuk Tutupi Kerugian Operasional Maskapai

Ekonomi citilink
Desi Angriani • 15 Januari 2019 19:26
Jakarta: Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengungkapkan kebijakan bagasi berbayar untuk menutupi kerugian operasional maskapai. Pasalnya, selama dua tahun terakhir Citilink bermain pada tarif batas bawah alias 'banting harga'.
 
"Untuk mengurangi beban operasional yang selama ini berusaha untuk ditutupi," ujar Juliandra dalam jumpa pers di Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Juliandra mengungkapkan kerugian tersebut karena diskon harga yang terus diberikan ke penumpang. Sementara harga avtur terus mengalami kenaikan dan nilai tukar rupiah juga anjlok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip data Pertamina Aviation, avtur di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dibanderol seharga USD61,80 sen atau Rp8.920 per liter. Harga ini belum termasuk PPN 10 persen dan pajak penghasilan 0,3 persen.
 
"Karena kurs rupiah melemah akan mengurangi revenue kita full year, fuel juga naik terus sehingga di 2018 tambahan biaya forex sehingga ini cukup berat," imbuh dia.
 
Oleh karena itu, Citilink tak lagi sanggup bermain pada level tarif rendah serta mengikuti jejak Lion Group untuk memberlakukan tarif bagasi. Namun demikian, maskapai pelat merah itu akan memberikan fasilitas dan service yang sesuai dengan harga yang dibayarkan penumpang.
 
"Kepada penumpang khusus yang membeli greenseat, diberikan free bagasi 10 kg, enggak semua harus berbayar," pungkas dia.
 
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menambahkan penerapan tarif bagasi tidak menabrak aturan, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
 
Pada umumnya biaya bagasi disesuaikan jarak dan waktu penerbangan. Semakin jauh jarak dan waktu tempuh tarif bagasi akan makin mahal, begitu pula sebaliknya.
 
"Yang beredar kemarin kan harga bagasi ini flat mau satu jam atau tiga jam terbang sama. Jadi ini tidak melanggar hak konsumen karena sudah ada aturannya di mana maskapai LCC boleh menerapkan tarif bagasi," kata Alvin kepada Medcom.id.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif