Ketua Dewan Komisioner OJK  Wimboh Santoso. Medcom/Eko.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Medcom/Eko.

Capaian Industri Kinerja Keuangan Masih Memuaskan di 2018

Ekonomi ojk
12 Februari 2019 17:45
Jakarta: Kinerja industri keuangan Indonesia masih memuaskan di tengah perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun lalu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lebih baik dibandingkan negara tetangga kendati minus 2,4 persen.
 
Meskipun jatuh, kinerja IHSG berada di atas indeks Thailand, Singapura, dan Malaysia yang rata-rata jatuh lima sampai sepuluh persen. IHSG hanya kalah oleh indeks Rusia dan Brasil yang berhasil tumbuh 11,79 persen dan 15,03 persen.
 
Padahal Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu perekonomian AS menunjukkan perbaikan yang lebih solid sehingga mendorong terjadinya pengetatan kebijakan moneter The Fed yang lebih agresif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak hanya Amerika Serikat, negara maju lainnya juga turut melakukan normalisasi kebijakan moneternya. Normalisasi kebijakan moneter negara maju ini telah mendorong terjadinya rebalancing portfolio dana global dari emerging market ke negara maju yang kemudian mendorong naiknya volatilitas pasar keuangan di emerging market, termasuk Indonesia," kata dia dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Selain itu, naiknya tensi perang dagang, tensi geopolitik dan pelemahan ekonomi di sejumlah negara berkembang turut mewarnai volatilitas pasar keuangan, khususnya di emerging market, begitu juga Indonesia. Hal ini membuat gejolak keuangan Indonesia sangat kental dengan pergerakan bursa saham indonesia yang anjlok dan mata uang rupiah yang menyentuh level Rp15.000 per USD.
 
Nah, menyikapi ketidakpastian global di tahun 2018 ini, OJK bersama dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk memperkuat fundamental ekonomi, memelihara stabilitas sistem keuangan domestik, menjaga kepercayaan pasar serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
 
Sinergi kebijakan ini ditanggapi positif oleh pelaku pasar dan investor. Secara umum, stabilitas sektor jasa keuangan domestik juga masih terjaga dengan didukung tingkat.
 
Perbankan Masih Sehat
 
Selain kinerja pasar modal yang masih kinclong yang tak bisa dilupakan adalah permodalan dan likuiditas yang memadai. Fungsi intermediasi sektor jasa keuangan juga mencatat perbaikan terutama pertumbuhan kredit perbankan dengan tingkat risiko kredit secara umum masih terkendali.
 
Kredit perbankan di Indonesia pada sepanjang tahun lalu tumbuh 8,91 persen dengan berada pada Rp5.160 triliun. Dana Pihak Ketika (DPK) naik 5,37 persen dengan berada pada Rp5.573 triliun. Rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,32 persen dan Non-Performing Loan Nett (NPL Nett) 1,14 persen. Rasio margin bunga bersih sebesar 5,12 persen.
 
Kinerja sektor jasa keuangan tahun ini tentunya tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan OJK dalam melaksanakan fungsi pengaturan dan pengawasan OJK.
 
"Standar internasional pengaturan dan pengawas yang best fit dengan kondisi Indonesia terus kami adopsi. Tidak hanya itu, beberapa kebijakan juga diluncurkan OJK dalam menghadapi tantangan yang dihadapi ekonomi kita saat ini, yaitu menfasilitasi pembiayaan untuk industri yang berorientasi ekspor, barang substitusi impor, dan industri penghasil devisa, seperti pariwisata, serta sektor dengan multiplier effect tinggi, yaitu perumahan," kata Wimboh.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi