Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Kunci Menperin Perbaiki Neraca Dagang

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Ilham wibowo • 24 Desember 2018 10:32
Jakarta: Pemerintah terus berupaya menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan. Ketidakpastian kondisi ekonomi global dinggap menjadi tantangan di tahun mendatang.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri manufaktur akan menjadi sektor yang diandalkan. Strategi yang dilakukan diharapkan berkontribusi lebih dalam memperkuat struktur perekonomian nasional.
 
"Saat ini ekspor produk industri manufaktur memberikan kontribusi mencapai 72,28 persen dari total ekspor nasional," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya kondisi ini sekaligus menunjukkan industri manufaktur nasional sanggup berdaya saing di kancah global. Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor produk manufaktur terus meningkat setiap tahun.
 
Hingga Desember 2018, mampu menembus USD130,74 miliar atau naik 4,51 persen dibanding capaian 2017 sebesar USD125,10 miliar. Pada 2016 sektor ini teecatat sekitar USD110,50 miliar dan 2015 di angka USD108,60 miliar.
 
Baca: Industri Manufaktur Disiapkan Jadi Sumber Utama Pertumbuhan Ekonomi
 
Dalam rangka menggenjot nilai ekspor, Indonesia juga aktif menjalin kemitraan ekonomi dengan berbagai negara. Kerja sama melalui free trade agreement (FTA) atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA) kini telah dilakukan.
 
Saat ini Indonesia telah tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA) dan menandatangani skema IE-CEPA. Empat negara EFTA yang akan menjadi pasar startegis tersebut adalah Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia.
 
"Peluang meningkatkan ekspor kita akan sangat besar karena bea masuk ke sana menjadi nol persen. Berbagai produk andalan dari Indonesia siap merambah pasar global, seperti perhiasan ke Swiss dan produk-produk lainnya seperti tekstil, pakaian, dan alas kaki, termasuk juga produk IKM," ujarnya.
 
Airlangga menegaskan pihaknya juga tengah mendorong peningkatan ekspor oleh industri yang memiliki kelebihan kapasitas. Hal ini dilakukan karena industri tersebut dianggap telah memenuhi pasar domestik.
 
"Memang perlu diperhatikan kombinasi pasar domestik dan ekspor supaya volumenya meningkat,” tuturnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi