Bahan Makanan Sumbang Inflasi 0,24%
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok bahan makanan pada November 2018 mengalami inflasi 0,24 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok sayur-sayuran sebesar 0,86 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan hasil nilai inflasi tersebut turut memengaruhi nilai indeks dari 144,76 pada Oktober 2018 menjadi 145,11 pada November 2018. Dari 11 subkelompok, delapan subkelompok mengalami inflasi dan sisanya mengalami deflasi.

"Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok sayur-sayuran sebesar 0,86 persen dan terendah subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,05 persen," ujar Suhariyanto, saat konferensi pers hasil inflasi November, di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tertinggi tercatat terjadinya bawang merah sebesar 0,04 persen kemudian beras 0,03 persen. Inflasi selanjutnya terjadi pada telur ayam ras, tomat sayur dan wortel masing-masing  sebesar 0,01 persen.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini melanjutkan, subkelompok yang mengalami deflasi yaitu pada kelompok daging dan hasil hasilnya sebesar 0,37 persen. Sementara subkelompok buah-buahan tercatat deflasi 0,55 persen dan subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,46 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi yaitu cabai merah 0,04 persen kemudian daging ayam ras, melon, pepaya, cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen," paparnya.

Nilai inflasi November 2018 juga dipengaruhi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,20 persen. Nilai ini memengaruhi kenaikan indeks 143,5 pada Oktober 2018 menjadi 143,85 pada November 2018.

Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu makanan 0,16 persen dan minuman tidak beralkohol 0,03 persen. Semenatara tembakau dan minuman beralkohol mengalami inflasi 0,45 persen.

"Kelompok ini memberikan total inflasi sebesar 0,04 persen, komoditas gang paling dominan yaitu totok kretek filter sebesar 0,01 persen," tandasnya.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id