Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Penurunan Ekspor Dipengaruhi Perang Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi ekspor-impor Perang dagang
Ilham wibowo • 15 Mei 2019 15:53
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada April 2019 menurun sebesar 10,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Capaian kinerja ini terjadi lantaran dipengaruhi faktor eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan faktor eksternal yang turut memberikan dampak yakni pelemahan ekonomi global. Nilai ekspor Indonesia pada April 2019 mencapai USD12,60 miliar, turun 10,80 persen dibanding Maret 2019. Grafik penurunan juga terjadi secara year to year sebesar 13,10 persen.
 
"Ketika negara tujuan ekspor mengalami perlambatan suka tidak suka pasti akan berpengaruh. Lalu ditambah dengan komoditas yang fluktuatif dan adanya perang dagang," kata Suharyanto di gedung BPS, Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neraca dagang Indonesia seperti tujuan negara Tiongkok, Jepang, dan Thailand tercatat mengalami defisit. Suhariyanto menegaskan pelemahan ekonomi global ini menjadi tantangan yang paling besar. Untuk mengatasinya eksportir perlu memanfaatkan peluang ekspor di negara nontradisional.
 
"Bisa dilakukan denbab lebih aktif dengan menekan impor terutama barang yang bisa disubstitusi," ucapnya.
 
Pada awal 2019 pertumbuhan ekonomi negara besar cenderung melemah dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Negara Pertumbuhan ekonomi Tiongkok misalnya, pada triwulan I-2019 tercatat hanya 6,4 persen lebih besar dibanding triwulan I-2018 sebesar 6,8 persen.
 
Hal yang sama juga dialami Singapura yang mengalami pelambatan dari 4,7 persen pada triwulan I-2018 menjadi 1,3 persen pada triwulan I-2019. Demikian pula Korea Selatan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2018 sebesar 2,8 persen menjadi 1,5 persen pada triwulan I-2019.
 
"Kita masih sangat beruntung bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada 5,07 persen masih menguat," ungkap Suhariyanto.
 
Faktor internal juga perlu menjadi perhatian lantaran turut menyumbang defisit neraca dagang pada kenaikan nilai impor. Nilai impor Indonesia April 2019 tercatat mencapai USD15,10 miliar atau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019.
 
"Kita berharap ke depan neraca perdagangan akan membaik sehingga memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif