Pemerintah Ingin Defisit Neraca Dagang Segera Berakhir
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. ANT/Puspa Perwitasari.
Jakarta: Pemerintah ingin mengakhiri defisit yang menggerogoti neraca perdagangan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menyusul realisasi defisit neraca perdagangan di Mei yang tercatat sebesar USD1,62 miliar.

Angka tersebut memang mengalami penurunan dibanding defisit neraca perdagangan di April yang tercatat USD1,63 miliar. Namun angka defisit di Maret dianggap masih besar.

"Tadi di Istana dialog dengan presiden, fokus kita mendorong supaya defisit neraca perdagangan cepat selesai," kata  Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Dirinya mengatakan defisit bulan lalu memang disebabkan oleh tingginya impor terutama untuk bahan konsumsi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) impor barang konsumsi di Mei mencapai USD1,73 miliar atau tumbuh 34,01 persen.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan untuk mengembalikan lagi neraca dagang ke arah surplus maka yang perlu dilakukan yakni mendorong ekspor. Saat ini pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai macam insentif untuk kegiatan investasi yang berorientasi ekspor.

Selain itu dia juga menekankan bahwa pamerintah perlu menekan impor terutama untuk barang konsumsi. Sedangkan untuk impor jenis barang lainnya seperti bahan baku atau bahan penolong memang untuk saat ini belum bisa ditekan karena berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kita enggak mau berlama-lama, segera kita selesaikan, kalau tidak dalam situasi ancam mengancam perang dagang kita akan terpengaruh. Di mana keuangan global pasti terpengaruh, kita kaan lebih tertekan, sudah terpengaruh oleh AS yang menaikkan tingkat bunga, kemudian ada lagi persoalan neraca perdagangan yang defisit. Jadi kita percaya ini enggak akan lama," jelas dia.






(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id