Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Ari Askhara Dongkrak Saham Garuda Indonesia

Ekonomi garuda indonesia
11 Juli 2019 17:01
Jakarta: Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang akrab disapa Ari Askhara dinilai mampu terus memimpin maskapai berpelat merah itu. Harga saham Garuda sempat menyentuh ke titik tertinggi sejak enam tahun terakhir, yakni Rp650 per saham.
 
"Sebelum Ari jadi Dirut, harga saham Garuda kedodoran. Setelah Ari masuk, saham Garuda melejit karena bagus kinerjanya," kata Anggota Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Inas berharap publik bijak menilai kinerja Garuda dan tidak termakan isu yang dibuat untuk menguntungkan kelompok yang tidak ingin harga saham Garuda naik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi sambung Inas, adanya penolakan dari salah satu komisaris PT Garuda Indonesia yang menolak laporan keuangan hanya karena memasukkan piutang di dalamnya. Padahal, tidak ada rekayasa dalam laporan itu dan penunjukkan auditor juga atas persetujuan direksi serta komisaris.
 
"Ini kan jadi kasihan Garuda Indonesia dipolitisasi seperti ini. Ada orang yang tidak senang saham Garuda naik, maunya saham anjlok supaya bisa dicaplok," ungkapnya.
 
Baca: Dua Komisaris Ragukan Laporan Keuangan Garuda
 
Pada Kamis, 11 Juli 2019, pada penutupan perdagangan sesi pertama harga saham emiten berkode GIAA ini berada di level Rp420 per lembar saham. Saham perseroan naik dua poin atau setara 0,48 persen. Harga saham GIAA dibuka ke Rp418 dan menyentuh level tertinggi di Rp424 per lembar. Saat ini kapitalisasi pasar Garuda sebesar Rp10,80 triliun.
 
Laporan keuangan emiten berkode GIAA tahun 2018 ditolak oleh dua komisarisnya, yakni Chairal Tanjung dan Doni Oskaria. Kedua komisaris tersebut merupakan perwakilan dari PT Trans Airways dan Finegold Resources Ltd yang menguasai 28,08 persen saham GIAA. Trans Airways merupakan perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung (CT).
 
"Tapi kinerja Ari Askhara bikin harga saham naik," ujar Inas.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga memastikan tidak akan mencopot jabatan Ari Askhara sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.
 
Hal tersebut pun dibenarkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo. Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Garuda belum akan mengambil langkah memberhentikan Ari lantaran adanya permasalahan laporan keuangan.
 
"Iya, Ibu menteri sudah menyampaikan. Itu yang kita pegang," kata Gatot ditemui di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Senin malam, 8 Juli 2019.
 
Rini dalam kunjungannya ke Kebumen pekan lalu menyatakan tidak perlu mencopot Ari Askhara dari jabatan saat ini. Dia bilang tidak ada kasus pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Ari di Garuda.
 
Lagi pula, kata Rini, laporan keuangan Garuda untuk tahun buku 2018 telah diaudit oleh Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publika Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan yang telah tersertifikasi. Adapun adanya kesalahan interpretasi dalam laporan tersebut dianggap Rini bukan sebagai upaya pemalsuan.
 
"Tidak ada urusan pemalsuan tidak ada urusannya pembohongan, kami tidak mungkin sebagai pemegang saham memperbolehkan perusahaan BUMN itu diaudit oleh kantor akuntansi yang tidak bersertifikasi. Ya enggak perlu lah Dirut dicopot, buat apa?" tutur Rini.

 

(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif