Pesawat Garuda Indonesia sedang mengudara di Bandara Soekarno Hatta. Foto: dok MI/Amiruddin Abdullah.
Pesawat Garuda Indonesia sedang mengudara di Bandara Soekarno Hatta. Foto: dok MI/Amiruddin Abdullah.

Garuda-Sriwijaya Putus, Mutu Persaingan Membaik

Ekonomi garuda indonesia sriwijaya air
Media Indonesia • 26 November 2019 11:11
Jakarta: Berakhirnya kerja sama Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia bisa berdampak positif bagi persaingan usaha di industri penerbangan. Dengan terpisahnya dua maskapai tersebut, peta persaingan yang sebelumnya hanya dikuasai dua grup besar, yakni Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group, kini menjadi lebih luas.
 
"Sriwijaya Air akan menjadi satu penantang baru. Persaingan harga akan jadi lebih baik nantinya," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Dia mengungkapkan kegiatan operasional Sriwijaya Air saat ini tetap berjalan dengan baik walaupun sudah terlepas dari Garuda Indonesia Group.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menyebut pihaknya telah melakukan uji kelayakan terhadap jajaran direksi Sriwijaya Air, terutama untuk posisi direktur operasional. Dia pun memastikan jajaran manajemen Sriwijaya Air saat ini sudah profesional.
 
Adapun, terkait pemeliharaan pesawat atau maintenance dan ground handling, Kementerian Perhubungan juga telah memastikan kedua kegiatan tersebut dapat dilakukan secara mandiri oleh Sriwijaya Air.
 
"Sudah diklarifikasi dan kami menyaksikan kinerjanya. Sriwijaya dapat melakukan kegiatan tersebut," ucap dia.
 
Satu hal yang belum diselesaikan Sriwijaya Air ialah perihal laporan keuangan. "Laporan keuangan diperlukan untuk mengetahui kondisi perusahaan tersebut. Sriwijaya belum menyampaikan laporan keuangan akhir tahun lalu," jelas dia.
 
Grup Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air resmi mengakhiri kerja sama mereka pada akhir tahun lalu. Sejatinya, kerja sama tersebut dibuat sebagai langkah restrukturisasi Sriwijaya Air agar mampu membayar utang kepada beberapa perusahaan pelat merah, termasuk Grup Garuda.
 
Sebelumnya Kemenhub menghormati keputusan Sriwijaya Air bersama anak perusahaannya, Nam Air, yang menghentikan kerja sama dengan Garuda Indonesia.
 
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menyatakan akan terus mengawasi dan memonitor Sriwijaya Air dan Nam Air guna memastikan masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan udara dapat terlayani dengan baik.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif