Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Soal Data Pangan, Bulog Percaya BPS

Ekonomi pangan bps kementerian pertanian bulog
Eko Nordiansyah • 01 November 2019 17:07
Jakarta: Perum Bulog mengaku selalu berpegangan terhadap data pangan yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, data pangan milik BPS bisa dijadikan pegangan oleh pemerintah, termasuk untuk memutuskan impor suatu komoditas.
 
"Data ya harus satu BPS. Saya hari ini tetap pegang data BPS. Saya tidak pakai data saya karena data BPS imbangannya data BI (Bank Indonesia)," kata Direktur Utama Bulog Budi Waseso di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Dirinya menambahkan keputusan impor komoditas bisa memanfaatkan data yang dimiliki BPS. Jika data BPS menunjukkan tidak perlu ada impor, maka tidak perlu impor. Begitu pula jika keputusan impor dilakukan, data BPS harus menjadi acuan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau disuruh impor, mana datanya, di BPS kan enggak. Kalau data BPS lebih kan enggak perlu impor. Kalau data BPS stoknya minim karena cuaca tak bagus ya saya ikuti, harus impor," jelas dia.
 
Buwas memastikan dirinya tidak antiimpor. Namun dirinya berharap produksi dalam negeri bisa dimaksimalkan sehingga jika mencukupi maka tidak perlu impor. Kalaupun impor harus dilakukan sesuai kebutuhan.
 
Selain impor, Buwas ingin gudang-gudang milik Bulog direvitalisasi agar lebih modern. Menurutnya saat ini sudah ada teknologi yang bisa menjaga kualitas pangan yang disimpan dalam waktu cukup lama.
 
"Kemarin saya sudah menemukan teknologi bahwa kita menyimpan beras satu tahun tidak ada perubahan apapun kualitasnya. Jadi nantinya tak akan ada beras Bulog yang turun mutu, yang jelek," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif