Pulau Komodo. FOTO: MI/Palce Amalo.
Pulau Komodo. FOTO: MI/Palce Amalo.

Pulau Komodo akan Diubah Jadi Safari Kenya

Ekonomi pariwisata
Suci Sedya Utami • 11 Oktober 2019 16:26
Jakarta: Pemerintah ingin membenahi Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi taman safari ternama di Kenya. Pemerintah ingin menjadikan Labuan Bajo dan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan wisata premium.
 
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan nantinya Taman Nasional Komodo akan dijadikan tempat wisata yang lebih eksklusif. Oleh karenanya nanti harga masuk yang dikenakan akan lebih mahal.
 
"Kalau kita bikin eksklusif tentu lebih mahal. Itu kayak safari di Kenya, itu orang simpan USD3.500 satu malam. Kalau di kita saya belum tahu," kata Luhut di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia bilang pembenahan Pulau Komodo ini ditujukan agar lebih teratur dan tertata. Dia bilang pemerintah ingin membuat pusat penelitian atau research center di pulau tersebut sehingga akan lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
 
"Kita ingin betul-betul eksklusif dengan reaserch yang bagus, dengan penginapan yang oke sekali. Kalau mau ke sana keluarkan duit yang banyak. Indonesia punya world heritage," ujar dia.
 
Lebih jauh Luhut menambahkan pembenahan ini akan membuat masyarakat sekitar pulau tersebut lebih sejahtera. Dia bilang penduduk sekitar bakal diberdayakan dalam mengelola pulau tersebut nantinya.
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo bakal dibatasi per hari. Salah satu caranya dengan menaikkan tarif tiket masuk kawasan tersebut.
 
"Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal," kata Jokowi.
 
Ia mengaku belum bisa membeberkan tarif tiket harga masuk ke kawasan tersebut. Soal itu bakal dibahas dengan pihak terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Jokowi menjamin pembatasan tersebut tidak akan mengganggu pariwisata di Taman Nasional Komodo. Wisatawan masih bisa melihat komodo secara langsung di Pulau Rinca, Pulau Padar, Gili Motang, dan Nusa Kode.
 
Mayoritas komodo saat ini memang berada di Pulau Komodo dan di Pulau Rinca. Di Pulau Komodo terdapat 1.727 ekor komodo, sedangkan di Pulau Rinca 1.049 ekor komodo. Namun, Pulau Rinca tidak akan dibebaskan begitu saja. Jumlah turis yang datang juga perlu diperhatikan.
 
"Rinca punya hintungan, saya dukung, berapa turis yang datang, enggak mungkin kita buka (secara bebas), ndak ada seperti itu. Ini adalah taman nasional jadi urusan lingkungan itu juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif