Ilustrasi. FOTO: dok MI/Palce Amalo.
Ilustrasi. FOTO: dok MI/Palce Amalo.

Turun 7,6%, Ekspor Agustus hanya USD14,28 Miliar

Ekonomi ekspor bps
Desi Angriani • 16 September 2019 12:16
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan ekspor Indonesia pada Agustus 2019 mengalami penurunan 7,6 persen dibandingkan Juli lalu. Nilai ekspor Indonesia turun dari USD15,45 miliar menjadi USD14,28 miliar.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor terjadi karena penurunan ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 3,2 persen dan 7,18 persen.
 
Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak 57,29 persen menjadi USD164,1 juta, ekspor minyak mentah 21,21 persen menjadi USD142,6 juta, dan ekspor gas 45,34 persen menjadi USD568,6 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total ekspor USD14,28 miliar kalau dibanding Juli 2019 USD15,45 miliar berarti turun 7,6 persen. Pergerakannya masih mirip tahun sebelumnya, ke depan berharap ekspor akan lebih baik," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BPS, Pasar Baru, Jakarta, Senin, 16 September 2019.
 
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2019 mencapai USD110,07 miliar atau menurun 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Begitu pula ekspor nonmigas mencapai USD101,48 miliar atau menurun 6,66 persen.
 
"Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2019 terhadap Juli 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD157,9 juta atau 8,23 persen, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar USD168,8 juta atau 25,31 persen," tuturnya.
 
Menurut sektor, ekspor non migas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2019 turun 4,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 17,73 persen.
 
Sementara ekspor hasil pertanian naik 1,53 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD2,27 miliar, disusul Amerika Serikat USD1,59 miliar dan Jepang USD1,18 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,62 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar USD1,11 miliar.
 
"Ekspor yang meingkat sayur-sayuran, bukan kayu lainnya, sarang burung, cengkeh, dan lainnya," ungkap dia.
 
Berdasarkan provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Agustus 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD20,13 miliar (18,29 persen), diikuti Jawa Timur USD12,59 miliar (11,44 persen), dan Kalimantan Timur USD11,09 miliar (10,08 persen).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif