Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.

Mentan Bangun Gerakan Ekspor Tanaman Hias

Ekonomi ekspor kementerian pertanian
Ilham wibowo • 02 Desember 2019 11:46
Cianjur: Pengembangan tanaman hias untuk meningkatkan kinerja ekspor produk pertanian hingga tiga kali lipat perlu riset yang serius.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta peran peneliti difungsikan maksimal untuk terus menghadirkan inovasi.
 
"Terus terang saya senang kepada orang yang fokus bekerja, sehingga tidak ada anggaran yang sia-sia, sehingga hasilnya kita dapat memenuhi peningkatan ekspor menjadi tiga kali lipat," ujar Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Syahrul disampaikan usai meninjau Balai Peneliti Tanaman Hias (Balithi) di Jalan Raya Ciheang Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Peran peneliti sangat dibutuhkan untuk memperbanyak bibit berkualitas unggul serta menjamin ketersediaan ekspor serta mampu membuka akses lapangan pekerjaan bagi semua lapisan masyarakat.
 
"Saya berharap ada langkah kongkrit menuju pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi rakyat dari hasil penelitian ini. Kalau hanya sekadar penelitian tapi penyebarannya tidak terjadi saya kira ini akan sia-sia. Kalau memang varietasnya dianggap bagus, mainkan itu dan harus menuju pada akselarasi," ungkapnya.
 
Saat ini pemerintah juga sedang berusaha membuka berbagai akses diplomasi dengan negara-negara di dunia. Produk tanaman hias Indonesia peluangnya masing tinggi lantaran iklim produkutivitas dan permintaan yang terus meningkat.
 
"Ke depan, saya berharap kepada jajaran di Kementan agar memperkuat diplomasi dengan negara lain sebagai upaya kita dalam meningkatkan ekspor. Yang paling penting adalah kita juga harus bersyukur karena memiliki negara tropis dan punya ruang untuk berkreasi dan berkarya, kita harus memiliki kemampuan untuk mengolahnya," paparnya.
 
Syahrul menegaskan gerakan tiga kali ekspor ini harus menjadi titik balik bagi semua pihak dalam mengobarkan semangat kebangkitan pertanian Indonesia. Seluruh jajaran Kementan pun perlu bekerja keras meningkatkan mutu dan produkutivitas produk pertanian.
 
"Poin saya adalah semua jajaran Kementan pikirkan sampai ekor, artinya gerakan tiga kali ekspor ini jangan sampai gagal. Menurut saya kalau kita semua bergerak seperti apa kebutuhan dan potensinya, bukan tidak mungkin ekspor kita meningkat tajam," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Djufry menambahkan ke depan pemerintah akan mendorong pertemuan dengan para pelaku usaha untuk sama-sama terlibat dalam gerakan peningkaan ekspor tersebut. Pengembangan inovasi tanaman hias terus mendapatkan pangsa pasar mancanegara.
 
"Kita telah mengembangkan beberapa tanaman hias yang bisa di dorong ke pasar internasional. Ke depan kita akan mendorong pertemuan skala besar dengan para pelaku usaha," tuturnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif