Ilustrasi (MI/ANGGA YUNIAR)
Ilustrasi (MI/ANGGA YUNIAR)

BRI Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp20 Triliun hingga 2021

Ekonomi bri
04 Januari 2019 11:01
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ata BRI berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp20 triliun mulai 2019 hingga tiga tahun ke depan. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat permodalan agar dapat mengakselarasi pertumbuhan penyaluran kredit.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan penerbitan obligasi tahap pertama akan diterbitkan pada semester I-2019 dengan nilai yang diperkirakan Rp8 triliun. "Itu untuk jangka waktu tiga tahun. Untuk tahap pertama, diharapkan semester I tahun ini agar dananya bisa kami manfaatkan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo merinci nilai obligasi yang akan diterbitkan pada 2019 kemungkinan sebesar Rp8 triliun, kemudian di 2020 Rp8 triliun, dan sisanya pada 2021. Pendanaan melalui pasar modal tersebut untuk menunjang target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 12-14 persen (tahun ke tahun/yoy) pada 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Target pertumbuhan kredit 2019 itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan realisasi pertumbuhan kredit 2018 yang juga di kisaran 12-14 persen. "Semoga ya di 2019 (12-14 persen) tergantung likuiditas juga," ujar Suprajarto. Untuk 2018, Suprajarto mengklaim, target pertumbuhan kredit dan laba perseroan tercapai. Meskipun, dia saat ini masih enggan merinci kinerja BRI untuk 2018 sebelum laporan keuangan perseroan diaudit.

Di 2019, bank berlaba terbesar di Indonesia itu berencana memperluas gurita bisnisnya dengan mengakuisisi sebuah perusahaan asuransi kerugian. Dana yang disiapkan untuk akusisi itu sebesar Rp1,5 triliun. Disinggung mengenai profil calon perusahaan asuransi kerugian yang akan diakuisisi, Suprajarto enggan berkomentar banyak.

Dirinya hanya berujar bahwa BRI masih menjajaki perusahaan asuransi yang akan diakuisisi. Di 2018, BRI sudah melakukan aksi anorganik yang cukup agresif dengan mengakuisisi PT Bahana Dana Ventura dan PT Danareksa Sekuritas serta PT Danareksa Investement Management.

"Tahun ini, akuisisi asuransi kerugian, biar lengkap," pungkas Supra.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi