BRI Bidik Transaksi Kartu Kredit Tembus Rp6 Triliun
Direktur Konsumer BRI Handayani. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (persero) Tbk menargetkan nilai transaksi kartu kredit hingga akhir tahun ini bisa menembus angka hingga Rp6 triliun.

"Kontribusi terbesar dari total transaksi kartu kredit tersebut berasal dari kegiatan leisure, seperti traveling, restoran, dan hotel, yakni sebesar 30 persen," ungkap Direktur Konsumer BRI Handayani dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Adapun total dari semua program usage pemakaian kartu kredit BRI year to date (ytd) sampai Oktober 2018 sudah mencapai Rp5,4 triliun. "Dengan target nilai transaksi total pemakaian kartu kredit sebesar Rp6 triliun, artinya usage ini tumbuh 29 persen daripada tahun lalu (yoy) dalam sisi ukuran volume," terang Handayani.

Guna mengejar target tersebut, BRI pun menggelontorkan berbagai program, termasuk berpartisipasi dalam program Garuda Online Travel Fair (GOTF) 2018. "Dari partisipasi tersebut, BRI menargetkan nilai transaksi sebesar Rp200 miliar," tutur Handayani.

Handayani menjelaskan dalam GOTF yang digelar pada 23-29 November tersebut, BRI bertindak sebagai bank partner yang menawarkan berbagai tiket perjalanan baik domestik maupun internasional dengan harga menarik.

"Ini salah satu langkah untuk menangkap peluang merebaknya tren baru di dunia travelling yang didominasi oleh generasi milenial," pungkas Handayani.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri llham Kurniansyah menambahkan, GOTF fase III-2018 itu merupakan upaya untuk mendukung target pemerintah dalam mencapai kunjungan 270 juta wisatawan domestik dan 17 juta wisatawan mancanegara pada 2018.

Dalam GOTF tersebut, Pikri mengatakan pihaknya menyediakan sebanyak 1,6 juta kursi promo yang bisa digunakan untuk 11 bulan hingga September 2019. Garuda Indonesia menargetkan penjualan menembus Rp340 miliar-Rp500 miliar dalam event tersebut.

GOTF juga menawarkan kemudahan untuk mengakses berbagai destinasi dengan penawaran menarik, seperti tiket pergi pulang Jakarta-Denpasar mulai Rp1,14 juta, rute Jakarta Labuan Bajo Rp1,4 juta, serta rute Jakarta-Yogyakarta mulai Rp780 ribu.

Adapun untuk rute internasional, seperti Jakarta-Singapura mulai Rp1,56 juta, Jakarta-Tokyo (Narita) Rp4,4 juta, serta Jakarta-Melbourne Rp5,51 juta. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id