5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 Startup Unicorn

Nia Deviyana 22 November 2018 07:46 WIB
e-commerceecommerce
5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 <i>Startup Unicorn</i>
Sandiaga Uno (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2019 Sandiaga Uno melihat perusahaan startup sebagai potensi yang bisa menggerakan perekonomian Indonesia. Sandi optimistis Indonesia bisa punya 50 startup unicorn dalam lima tahun ke depan dengan syarat hadirnya kebijakan-kebijakan yang mendukung.

"Pasar kita sangat besar dan kalau bisa kita hadirkan regulatory framework, kebijakan bauran yang mempermudah startup berkembang, sangat memungkinkan kita bisa hasilkan 10 unicorn dalam tiga tahun ke depan, dan jadi 50 dalam lima tahun ke depan," ujarnya, dalam diskusi Indonesia Economic Forum, di Hotel Sangri-La Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Adapun unicorn merupakan sebutan bagi startup dengan valuasi aset lebih dari USD1 miliar. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki empat startup unicorn yakni Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Meski optimistis, Sandi menilai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama menyangkut perizinan dan pelatihan. "Kalau dari perizinan perlu dipermudah. Kita juga ingin berikan pelatihan karena salah satu yang menghambat startup tumbuh karena tidak punya kemampuan yang tepat," paparnya.

Sandi berpendapat dibutuhkan sinergi antara pengusaha yang lebih sukses dan pemerintah untuk memfasilitasi agar tujuan pengembangan startup bisa tercapai. Hal itu ia nilai penting karena bisa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

"Kemitraan penting karena sekarang bukan lagi sistem kompetisi seperti biasa, tapi mengarah pada kolaborasi. Saya melihat usaha ke depan tumbuh berkembang oleh ide yang dikembangkan dengan kolaborasi," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id