Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Neraca Perdagangan 2019 Belum Akan Surplus

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Desi Angriani • 11 Januari 2019 16:08
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai neraca perdagangan tahun ini belum akan surplus. Hal ini dikarenakan pemerintah belum mampu menekan impor minyak dan gas (migas).
 
"Belum. Urusan migas nih bagaimanamenyelesaikannya? Setahun kah?" kata Darmin di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.
 
Darmin mengungkapkan selama ini defisit neraca perdagangan disumbang oleh sektor migas. Sebaliknya, sektor nonmigas justru mengalami surlplus.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2001 dan 2002, Indonesia sempat mengalami surplus neraca perdagangan baik dari sektor migas maupun nonmigas. Namun, lambat laun impor migas semakin besar sehingga mengakibatkan terjadinya defisit yang sulit untuk dibendung.
 
"Sekarang pun kalau nonmigas itu kita surplus, tapi defisitnya migas terlalu besar sehingga totalnya jadi defisit," tutur dia.
 
Adapun neraca perdagangan Indonesia tercatat paling anjlok pada November 2018 yang mencapai USD2,05 miliar. Defisit ini juga terparah sejak lima tahun terakhir, di mana sebelumnya tercatat pada Juli 2013 sebesar USD2,03 miliar.
 
Penyebab membengkaknya defisit adalah impor migas yang cukup besar sejak awal 2018. BPS mencatat, impor migas sudah mengalami defisit USD1,46 miliar sejak Januari hingga November 2018, sementara impor nonmigas defisit USD583 juta.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif