Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di acara Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019. Medcom/Ilham Wibowo.
Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di acara Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019. Medcom/Ilham Wibowo.

Peningkatan Produk Ekspor Lewat IKM Mind

Ekonomi ekspor-impor
Ilham wibowo • 15 April 2019 15:50
Tangerang: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya memperluas pasar Industri Kecil Menengah (IKM)di dalam negeri maupun pasar ekspor. Untuk melaksanakanya sebuah sistem digital bernama IKM Mind akan diluncurkan untuk mempromosikan produk-produk lokal.
 
"Nanti produk-produknya bisa dilihat secara tiga dimensi di IKM Mind. Ini sebagai tindak lanjut dari Program e-Smart IKM yang sudah berjalan," kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di acara Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019, Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, Senin, 15 April 2019.
 
Menurut Gati sistem IKM Mind nantinya dapat digunakan oleh para pelaku IKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk-produk andalannya. Pihak Kemenperin juga akan memfasilitasi beragam upaya untuk pengembangan produk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin secepatnya sistem ini bisa dibuat, sehingga IKM yang memang potensial untuk go digital bisa segera memanfaatkannya," kata.
 
Gati menegaskan, di era Industri 4.0, IKM nasional perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Kemenperin menargetkan sebanyak 10.000 pelaku IKM di dalam negeri ikut menjadi peserta program lokakarya e-Smart IKM hingga akhir 2019 dan langsung memanfaatkan teknologi digital.
 
“Program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak Januari 2017 lalu, merupakan langkah konkret dari pemerintah saat ini yang ingin menyiapkan IKM nasional bisa go digital menuju revolusi Industri 4.0,” ungkapnya.
 
Pada periode 2017-2018, total peserta workshop e-Smart IKM telah mencapai 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,37 miliar. Pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku IKM nasional menjadi penting untuk mendongkrak daya saingnya hingga kancah global.
 
Upaya ini juga sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Implementasi program ini diproyeksikan menciptakan 10 juta lapangan pekerjaan dan peningkatan kontribusi manufaktur terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) menjadi 25 persen pada tahun 2030.
 
“Guna memacu peranan IKM nasional ada penerapan revolusi industri 4.0, kami terus mendorong mereka agar terlibat e-commerce yang diimplementasikan dalam program e-Smart IKM,” pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif