Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Pemerintah Ingin Segera Perbaiki Neraca Perdagangan

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Eko Nordiansyah • 24 Januari 2019 21:54
Jakarta: Pemerintah menginginkan segera memperbaiki neraca perdagangan untuk tahun ini. Apalagi tahun lalu defisit neraca perdagangan tercatat mencapai USD8,57 miliar, sehingga dibutuhkan kebijakan dalam jangka pendek untuk meningkatkan ekspor.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dibutuhkan instrumen kebijakan peningkatan ekspor untuk tetap menjaga kestabilan kinerja neraca perdagangan. Targetnya kebijakan bisa direalisasikan sejak awal tahun ini.
 
"Khususnya untuk kuartal pertama tahun ini. Instrumen yang kita butuhkan adalah untuk kurun waktu sangat segera, jangka pendek, dan jangka menengah panjang," kata dia di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah, lanjut dia, mencoba menformulasikan kebijakan peningkatan ekspor untuk kurun waktu sangat segera dengan memperbaiki sisi prosedural ekspor. Ada dua kebijakan peningkatan kinerja ekspor yang dinilai dapat memberikan dampak yang cepat.
 
Pertama, simplifikasi prosedural ekspor untuk memberikan efisiensi biaya dan waktu dengan pengurangan komoditi yang wajib menyertakan laporan surveyor (LS) dan Larangan Terbatas (Lartas) Ekspor lainnya.
 
"Nanti kami akan berkoordinasi untuk mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terkait LS. Kami usahakan minggu depan dapat selesai," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
 
Di sisi lain, untuk meningkatkan efisiensi sektor logistik, pemerintah juga berencana mengoptimalkan enforcement sistem Delivery Order (DO) secara online untuk meningkatkan kualitas flow of goods dan menekan dwelling time.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyebutkan, pemerintah juga berencana mempermudah prosedural layanan ekspor dan perbaikan proses bisnis untuk sektor otomotif.
 
"Hal ini dapat mengurangi antrean barang dan mampu mengurangi kemacetan di pelabuhan. Usulan ini sudah mendapat respons positif dari para stakeholder," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif