Tips Sukses Jalankan Bisnis
Suasana Indonesia Entrepreneurs Conference (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Pasang surut dalam menjalankan bisnis merupakan hal yang biasa. Namun sayangnya, banyak pelaku bisnis justru gagal sebelum mencapai level sukses. Harus dipahami bahwa dalam berbisnis ada dua kemampuan respons yang harus diperhatikan yaitu respons kiri (left response) dan respons kanan (right response).

Business Coach Yohanes G Pauly mengatakan mereka yang biasanya gagal selalu merespons masalah dari sisi kiri yakni menyalahkan (blaming), mencari-cari alasan (excuses), dan mengeluh (complaining). Orang-orang yang gagal dalam menjalankan usaha cenderung mempunyai sikap menyalahkan orang lain.

"Usahanya gagal lalu dia menyalahkan. Oh ini karena tim saya begini, coba kalau timnya begitu pasti bisnisnya jalan," kata Yohanes, saat memberikan motivasi dalam acara Indonesia Entrepreneurs Conference, di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Selain itu, lanjutnya, mereka memiliki kecenderungan selalu mencari-cari alasan dalam setiap kegagalan. Bahkan, parahnya lagi mereka sering kali mengeluh. Apabila ketiganya bercampur menjadi satu yakni blaming, excuses, dan complaining maka akan bisa menjadi BEC.

"BEC itu dibaca back atau backward yang artinya loser, mundur," kata Yohanes.

Beda halnya dengan orang sukses yang melihat masalah menggunakan right response. Dalam right response ada tiga komponen yakni introspeksi (introspect), bersyukur (grateful), dan kepemilikan (ownership). Introspeksi sangat diperlukan ketika menghadapi masalah.

Menurut dia seperti halnya menjalani hidup pasti ada saja hal yang tidak sesuai dengan keinginan. Bisnis pun demikian, apabila ada rintangan dalam berbisnis yang perlu diperhatikan yaitu pasti ada sesuatu yang salah dalam bisnis tersebut.

Oleh karenanya introspeksi dalam diri dibutuhkan, bukan menyalahkan orang lain. Selain itu, dia bilang, manusia cenderung berkeluh kesah ketika dihadapkan pada masalah. Namun ketika sukses sedikit sekali yang ingat kepada Tuhan dan bersyukur.

"Orang kalau punya masalah pasti bilang ya Tuhan kenapa sih saya begini. Tapi ketika sukses Tuhan enggak disebut-sebut lagi. Kita sangat ahli komplen. Coba bagaimana perasaan Tuhan kalau dia punya perasaan selalu disalahkan," ujar Yohanes.

Tidak hanya itu, tambahnya, dalam menggapai kesuksesan berbisnis yang perlu dipegang erat juga yakni rasa kepemilikan. Yohanes mengatakan ada satu anugerah yang diberikan Tuhan pada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan lain yakni rasa kebebasan untuk menentukan arah atau pilihan.

Apabila ingin sukses dalam menjalankan bisnis, lanjutnya, maka kesuksesan tersebut ada di tangan masing-masing. Sebab bisnis yang dikerjakan tergantung dari bagaimana cara kita untuk menahkodainya. Tiga komponen dalam right respons apabila digabungkan yakni introspect, gratful, dan ownership akan menjadi I-GO. I-GO berarti melangkah ke level selanjutnya.

"Jika kamu pilih left response maka kamu akan backforward menjadi loser. Tapi jika kamu pilih right response maka akan menjadi I-GO yang akan membawa kita menjadi lebih dari seorang winner," jelas Yohanes.

Dalam acara yang berlangsung dua hari sejak Jumat kemarin ini dihadiri sekitar 1.400 peserta. Para peserta berasal dari para pengusaha yang telah lama menjalankan usahanya serta yang baru akan menjajal bisnis.

Shinta Safira salah satunya yang datang bersama suaminya. Sejak lima bulan lalu ia baru merintis usaha di bidang kosmetik namun mengalami beberapa permasalahan dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kita ingin tahu bagaimana untuk meningkatkan omzet, dan memacu kinerja. Ada beberapa kelemahan. Kita jadi ingin tahu bagaimana cara untuk mengatasinya dan penjelasan Coach Yohanes mudah dimengerti, dia tahu bagaimana tentang meningkatkan bisnis," kata Shinta.

Lain halnya dengan kakak beradik Venia dan Natasha. Mereka berencana untuk memulai bisnis dengan membuka kafe. Venia mengatakan latar belakang pendidikan mereka berdua bukan berasal dari bidang bisnis namun desain.

"Kami enggak mengerti apa yang harus disiapkan untuk memulai bisnis, bagaimana mengelola tim dan lain-lain. Dari Coaching ini kita dapat ilmunya bagaimana sistem bisnis itu, bagaimana melihat prospek dan sebagainya," pungkas Venia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id