Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Impor Desember Turun 9,60%

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Ilham wibowo • 15 Januari 2019 13:11
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai impor Indonesia pada Desember 2018 yang turun dibanding November 2018. Selisih penurunan tercatat sebesar 9,60 persen.
 
"Nilai impor Indonesia pada Desember 2018 mencapai USD15,28 miliar atau turun 9,60 persen dibanding November 2018, namun naik 1,16 persen jika dibandingkan Desember 2017," ucap Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jalan dr. Sutomo, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut Suhariyanto, kondisi nilai impor ini dipengaruhi penurunan nilai impor migas sebesar USD901,5 juta atau selisih 31,45 persen. Kondisi penurunan juga terjadi pada impor nonmigas sebesar USD721,0 juta atau selisih 5,14 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penurunan impor migas dipicu turunnya nilai impor seluruh komponen migas yaitu minyak mentah 45,07 persen, hasil minyak 26,23 persen, dan gas 21,90 persen," paparnya.
 
Suhariyanto melanjutkan penurunan impor nonmigas terbesar yakni pada golongan bahan kimia organik sebesar 27,07 persen. Namun demikian, golongan buah-buahan mengalami peningkatan impor yang cukup tinggi sebesar 68,90 persen.
 
"Kenaikan impor jenis barang terbesar lebih kepada buah-buahan, kita tahu ada persiapan Natal dan Tahun Baru meningkatkan impor buah anggur dan apel, serta daging beku untuk persiapan liburan," bebernya.
 
Golongan barang dengan peningkatan impor lainnya cenderung pada kelompok bahan baku seperti besi dan baja sebesar 4,96 persen. Kemudian diikuti pupuk 38,26 persen, senjata amunisi 289,58 persen, serta golongan kapal terbang dan bagiannya sebesar 188,94 persen.
 
"Impor bahan baku ini diharapkan bisa meningkatkan sektor ekonomi dan perdagangan," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif