OJK Catat Aset Perbankan di Sulsel Capai Rp135,9 Triliun

06 Juni 2018 13:00 WIB
ojkperbankan
OJK Catat Aset Perbankan di Sulsel Capai Rp135,9 Triliun
Ilustrasi (ANTARAFOTO/Fanny Octavianus)
Makassar: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencatat aset perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) menembus angka Rp135,96 triliun per April 2018. Diharapkan kondisi ini bisa terus menguat di masa-masa mendatang dan berkontribusi terhadap perekonomian.

"Industri perbankan tumbuh positif dengan total aset Sulsel posisi April 2018 meningkat 2,17 persen yoy dengan nominal mencapai Rp135,96 triliun," kata Kepala OJK 6 Sulampua Zulmi, seperti dikutip dari Antara, di Makassar, Rabu, 6 Juni 2018.

Ia menjelaskan aset sebanyak Rp135,96 triliun itu terdiri dari Rp133,47 triliun aset bank umum dan Rp2,48 triliun aset Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Berdasarkan kegiatan bank, menurut dia, aset tersebut terdiri dari aset perbankan konvensional Rp128,75 triliun dan aset perbankan syariah Rp7,20 triliun.

"Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 131,18 persen dengan tingkat risiko kredit bermasalah berada di level aman 4,46 persen," ujarnya.

Dengan data tersebut, juga menunjukkan pertumbuhan aset perbankan jika dibandingkan posisi Februari 2018 yang mencapai sebesar Rp131,14 triliun. Selain aset perbankan, industri BPR pada April 2018 tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bank umum yakni dengan aset BPR tumbuh 13,01 persen yoy menjadi Rp2,48 triliun.

"Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset bank umum 1,99 persen dengan nominal mencapai Rp133,47 triliun," pungkasnya.

 



(ABD)