Aprindo Bidik Transaksi Bazar Ramadan Rp500 Juta
Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) menargetkan nilai transaksi bazar Ramadan di Jakarta Pusat bisa mencapai Rp500 juta. Bazar dilakukan selama tiga hari mulai 4-6 Juni 2017 di lapangan parkir Kementerian Perdagangan.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan rata-rata 500 paket sembako disediakan oleh tujuh anggota Aprindo dalam kegiatan bazar Ramadan tersebut. Satu paket sembako ini berisi minyak goreng, gula, teh, dan mi instan yang didiskon 50 persen dari harga Rp60 ribu menjadi Rp30 ribu.

"Ada sekitar 3.500-5.000 paket per hari yang kita jual sesuai kebutuhan permintaan, akan dsitok dan dijual setiap hari di tempat. Jadi targetnya bisa Rp500 juta," kata Roy ditemui di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Menurutnya, animo masyarakat pada bazar kali ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Hal ini kata Roy dipicu oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS dan pensiunan PNS yang efektif per 1 Juni kemarin.

"Biasanya masyarakat belanja dua hari setelah THR, ini yang sangat mendukung konsumsi kita," imbuh dia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menambahkan pihaknya menjadi fasilitator bagi perusahaan ritel yang ingin menyalurkan aksi Corporate Social Responsibility (CSR) lewat bazar Ramadan. Hasil penjualan dari bazar tersebut akan disumbangkan ke pesantren-pesantren di Indonesia.

"Kami jual sembako murah diskon 50 persen, hasil penjualan diberikan ke pesantren," imbuh dia.

Lebih lanjut bazar serupa akan digelar di 400 titik selain Jakarta seperti Bandung dan Ciracas. Kegiatan ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran 2018.

"Tanpa dukungan pengusaha produsen sampai ritel maka hal itu (harga kebutuhan pokok yang mahal) tidak akan terjadi," pungkas Mendag.

 



(AHL)