Pengaduan THR Meningkat 64%

Kautsar Widya Prabowo 21 Juni 2018 16:47 WIB
tunjangan hari raya
Pengaduan THR Meningkat 64%
THR. ANT/Lucky.R.
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menilai terjadi jumlah peningkatan pengaduan permasalahan Tunjangan Hari Raya (THR) yang masuk melalui posko Kemenaker. Terhitung sejak 28 Mei 2018 terdapat 396 aduan, sedangkan tahun sebelumnya sebesar 241. Dengan kata lain jumlah aduan THR bertambah 155 aduan atau naik 64 persen.

Kasubdit Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat Pengupahan Kemenaker FX Watratan mengungkapkan tahun sebelumnya berjumlah 412 namun karena beberapa pengaduan tanpa identitas yang berkualitas sebesar 171, dikurangi menjadi 241.

"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya agak meningkat kalau dulu 241 pengaduan," ujarnya di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Ia menambahkan, peningkatan yang terjadi dikarenakan libur dan cuti Lebaran yang cukup panjang, sehingga membuat pembayaran THR ke pegawai menjadi terkendala.

"Saya pikir peningkatan keterlambatan bayar upah dibubuhkan Juli karena ada libur yang panjang,sehingga tidak imbang pemasukan dan pengeluaran, mereka jadi tidak bayar," tambahnya.

Selain itu, pengawasan pembayaran THR dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di mana sebanyak 30 pemeriksaan yang dilakukan di wilayah Jabodetabek dan 10 wilayah di luar Jabodetabek. Namun pihaknya belum dapat merinci secara jelas data perusahaan yang tak bisa membayar THR karena data terakhir baru diverifikasi pada esok hari bersamaan dengan hari penutupan posko pengaduan.

"Nanti kita update lagi berapa banyak perusahaan yang benar-benar tidak mau bayar THR, karena data masih berjalan terus sampai 22 Juni," imbuhnya.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengungkapkan dari 412 aduan pada 2017, wilayah aduan terbesar berada di Pulau Jawa sebanyak 199 aduan. Seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Data 2017 pengaduan terbanyak tetap di Jawa sebanyak 199 dari 412," ujarnya.

Sedangkan untuk sisanya tersebar di Sumatera 25 pengadaan, Kalimantan satu aduan, Sulawesi Tenggara satu aduan, Maluku satu aduan, Nusa Tenggara Timur satu aduan. Kemudian wilayah lainya sebanyak 171 aduan tanpa identitas.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id