Ekspor Indonesia tak Terganggu Perang Dagang AS-Tiongkok
Kepala BPS Suhariyanto (kiri) Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekspor Indonesia tidak terganggu dengan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Selama Mei 2018 kedua negara tersebut masih mendominasi sebagai negara tujuan ekspor Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar USD10,25 miliar atau 15,05 persen dari total ekspor. Sementara ke AS, ekspor asal Indonesia mencapai USD7,43 miliar atau 10,91 persen dari total ekspor disusul oleh Jepang dengan USD6,87 miliar setara 10,09 persen.

"Ini menunjukkan bahwa ada perang dagang ekspor kita tetap tumbuh, terutama Tiongkok menggembirakan," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Ekspor Indonesia ke Tiongkok bertambah USD278 juta selama Mei, dengan produk yang meningkat yaitu bahan bakar, besi dan baja. Sementara nilai ekspor ke AS bertambah USD143 juta, dengan ekspor produk yang mengalami peningkatan adalah barang rajutan dan timah.

Dirinya menambahkan, perang dagang antara AS-Tiongkok memang bisa berdampak positif atau negatif kepada kinerja perdagangan Indonesia. Untuk itu pemerintah diharapkan terus memperluas negara tujuan ekspor, sebab selama ini AS, Tiongkok, dan Jepang memegang 36,05 persen ekspor nasional.

"Positifnya kita punya kesempatan untuk mengirimkan berbagai produk ke sana, tapi sisi negatif harus dijaga kemungkinan Tiongkoknya terganjal ekspor besi dan baja, jangan sampai merembes ke kita," jelas dia.

Pada Mei 2018 ekspor mengalami kenaikan 10,90 persen dibandingkan April 2018 sebesar USD14,54 miliar. Bahkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekspor Mei 2018 naik 12,47 persen dari USD14,33 miliar di Mei 2017.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id