Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Pemerintah Akan Gandeng Fintech Genjot Inklusi Keuangan

Ekonomi perbankan inklusi keuangan fintech
Nia Deviyana • 19 November 2019 14:38
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan inklusi keuangan hingga akhir 2019 mencapai 75 persen. Artinya, ditargetkan sebanyak 75 persen masyarakat Indonesia bisa mengakses produk-produk keuangan.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan berdasarkan survei inklusi keuangan sudah yang sudah tercapai sebanyak 56 persen, sedangkan yang terlayani ada lebih dari 70 persen.
 
"Targetnya yang terlayani itu ada 75 persen. Tinggal sedikit lagi," ujar Iskandar saat mengisi diskusi di Grand Hyatt Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk meningkatkan inklusi keuangan dan pelayanannya, kata Iskandar, pemerintah berencana menggandeng perusahaan financial technology (fintech).
 
"Saat ini ada lima juta agen fintech di Indonesia yang bisa diberdayakan untuk menjangkau kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum terhubung dengan layanan keuangan formal, seperti wanita, petani, dan masyarakat berpenghasilan rendah," tuturnya.
 
Di samping itu, kepesertaan masyarakat di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dinilai perlu dimanfaatkan.
 
"Targetnya kan 75 persen, kalau misal kita manfaatkan BPJS ketenagakerjaan atau kesehatan, (inklusi keuangan) yang tercapai bisa lebih dari 70 persen, 80 persen," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif