Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Foto : Mi/Ramdani.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. Foto : Mi/Ramdani.

Mendes Serahkan Data Penerima Dana Desa ke Sri Mulyani

Ekonomi dana desa
Desi Angriani • 12 November 2019 21:18
Jakarta: Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyerahkan data penerima dana desa ke Kementerian Keuangan. Data tersebut akan digunakan untuk mendeteksi keberadaan desa fiktif.
 
"Semua data sudah kita feeding ke Kemenkeu," katanya di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.
 
Halim mengungkapkan selama ini Kemendes bersama Kemenkeu rutin melakukan evaluasi penyaluran dana desa. Selama ini Kemenkeu tidak menemukan masalah dalam penyaluran dana bagi 70 ribu lebih desa di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi evaluasi tahun yang lalu untuk kepentingan tahun berikutnya. Di dalam tahun berjalan sehingga selama ini semua fine fine saja," ungkap dia.
 
Ia pun membantah dugaan dana desa fiktif. Pasalnya, semua desa yang mendapatkan bantuan tercatat di Kemendes. Desa Konawe yang sebelumnya diduga sebagai desa fiktif pun dianggap jelas keberadaannya.
 
Kata Halim, ada laporan pertanggungjawaban terkait penyaluran dana desa di Konawe, Sulawesi Tenggara. "Iya Konawe. Ada. Ada pertanggungjawabannya," katanya.
 
Sri Mulyani sebelumnya menyebut banyak desa fiktif bermunculan akibat besarnya alokasi dana desa dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Hingga Senin, 30 September 2019, realisasi dana desa mencapai Rp42,2 triliun atau 62,9 persen dari Rp70 triliun.
 
"Kami mendengar ada transfer yang ajaib dari APBN dan muncul desa-desa baru yang tidak berpenghuni," ujar Ani, sapaannya Sri Mulyani, dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 4 November 2019.
 
Ani menjelaskan informasi tersebut bersumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Terdapat beberapa desa baru tak berpenghuni yang mendapat aliran dana desa.
 
Temuan ini segera diinvestigasi. Dia tak mau dana desa untuk membangun ekonomi desa justru masuk ke kantong-kantong pribadi yang tak bertanggung jawab.
 
Pihaknya bersama Kemendagri akan mengembangkan temuan tersebut. Kehadiran desa fiktif itu membuat dana transfer ke daerah yang dilakukan pemerintah pusat selama ini menjadi tidak tepat sasaran.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif