Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna pertama di Istana Merdeka, Jakarta. FOTO: MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan arahan saat Sidang Kabinet Paripurna pertama di Istana Merdeka, Jakarta. FOTO: MI/RAMDANI

Core Indonesia Ragukan Komposisi Menteri Ekonomi Kabinet Indonesia Maju

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 25 Oktober 2019 10:11
Jakarta: Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah meragukan komposisi menteri ekonomi yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya, tantangan yang bakal dihadapi perekonomian Indonesia kedepannya tidak akan mudah.
 
"Dengan komposisi kabinet saat ini khususnya di bidang ekonomi, saya tidak cukup optimistis dengan perekonomian kita ke depan," kata dia, kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Dalam pidato pertamanya usai dilantik menjadi Presiden, Jokowi menargetkan ekonomi Indonesia tembus posisi lima besar dunia pada 2045. Sayangnya Piter pesimistis keinginan Jokowi bisa tercapai karena banyaknya Pekerjaan Rumah (PR) yang harus bisa diselesaikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lupakan mimpi untuk bisa menjadi negara ekonomi terbesar nomor lima di 2045. Kita harus siap-siap menghadapi menumpuknya masalah pada 2030 karena tidak mampunya kita menyelesaikan PR ekonomi pada periode kedua Presiden Jokowi," ungkapnya.
 
Piter menambahkan pemilihan menteri di pemerintahan kedua Presiden Jokowi tidak sesuai harapan. Menurutnya tidak akan banyak terobosan yang dibuat oleh tim ekonomi di tengah tantangan ekonomi global yang mengalami perlambatan dalam beberapa tahun mendatang.
 
"Tim ekonomi yang terbentuk di kabinet Jokowi periode kedua ini jauh sekali dari harapan. Hampir di setiap pos menteri tidak menjanjikan adanya masa depan ekonomi yang terbaik. Tidak mungkin berharap adanya terobosan-terobosan ekonomi dengan komposisi tim ekonomi sekarang ini," tukas dia.
 
Adapun menteri yang mengurusi soal ekonomi dipimpin oleh Airlangga Hartarto sebagai menteri koordinator bidang perekonomian. Sementara Sri Mulyani Indrawati masih dipercaya menjadi menteri keuangan.
 
Namun demikian banyak kementerian ekonomi lainnya yang justru didominasi oleh sosok dari partai politik. Misalnya saja Suharso Monoarfa dari PPP sebagai menteri PPN/Kepala Bappenas, Agus Suparmanto dari PKB sebagai menteri perdagangan, dan Agus Gumiwang dari Partai Golkar di posisi menteri perindustrian.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif