Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Moeldoko: Masalah di Depok Lebih Kompleks Dibanding Singapura

Ekonomi bappenas
Nia Deviyana • 14 Agustus 2019 18:48
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, peringkat Indeks Pembangunan Manusia Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara di Asia. Dia memaparkan Indonesia saat ini berada pada peringkat ke-36 dari 114 negara, jauh dibandingkan Korea Selatan yang menempati peringkat ke-14, dan Singapura peringkat ke-2.
 
"Tapi kita tidak bisa samakan apple to apple antara Indonesia dengan Singapura. Persoalan di Depok saja lebih rumit daripada Singapura," ujarnya saat mengisi diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk SDM Unggul, Indonesia Maju, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Moeldoko menuturkan itu sebabnya program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua kepemimpinannya. Dia menyebutkan peningkatan mutu kesehatan dan pendidikan akan dijadikan prioritas karena merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas SDM.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk perbaikan kualitas kesehatan ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah disalurkan 96,5 juta, Program Keluarga Harapan (PKH) 10 juta, sembako 15,5 juta," paparnya.
 
Pada kesempatan yang sama Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro membenarkan bahwa dalam beberapa indikator pembangunan, peringkat Indonesia memang tertinggal dengan negara sekawasan.
 
Misalnya jika bicara mengenai Human Capital Index atau Indeks Modal Manusia yang dipublikasikan Bank Dunia pada 2018, mencatat Indonesia berada pada level 0,53.
 
"Human Capital Index 0,53 itu kalau dibaca berdasarkan capaian pendidikan dan status kesehatan, diperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir saat ini, pada 18 tahun ke depan hanya bisa mencapai produktivitas sebesar 53 persen dari potensinya," terang Bambang, pada kesempatan yang sama.
 
Angka tersebut, tentunya jauh lebih rendah dibandingkan Singapura yang berada pada level 0,95, Jepang di 0,94, Korea di 0,94, Malaysia di 0,88, dan Vietnam di 0,67.
 
"Jadi kalau bicara persaingan dengan Vietnam saja, mereka lebih produktif. Taruhlah Indonesia bersaing dengan Vietnam dalam memproduksi produk manufaktur yang sama, kita akan kalah karena produktivitas mereka lebih tinggi dari produktivitas kita," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif