Illustrasi. MI/Galih.
Illustrasi. MI/Galih.

Penjualan Kereta PT INKA Capai Rp2,42 Triliun

Ekonomi pt kai
Nia Deviyana • 20 Agustus 2019 00:10
Jakarta: PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) mencatatkan kinerja positif hingga Agustus 2019. Tercatat, progres penjualan kereta api sudah mencapai 86 persen atau Rp2,42 triliun dari target 2019 sebesar Rp3,75 triliun.
 
"Angka tersebut dari perolehan semester I-2019 sebesar Rp1,3 triliun, kemudian pertengahan semester dua sebesar Rp1,13 triliun," ujar Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro saat mengisi diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Budi menuturkan pendapatan perusahaan utamanya didorong oleh tinggi permintaan ekspor. Saat ini, PT INKA tengah fokus menyelesaikan pengiriman pesanan kereta dari Bangladesh.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PT INKA memenangkan tender kereta api di Bangladesh dengan nilai kontrak sebesar USD100,89 juta. Dengan demikian, perseroan harus memproduksi 250 kereta untuk Bangladesh Railway yang terdiri dari 50 kereta tipe BG dan 200 kereta tipe MG.
 
Pada Januari 2019, PT INKA sudah mengirimkan 50 kereta tipe MG (Meter Gauge) pesanan Bangladesh Railway melalui Chittagong Port, Bangladesh. Selanjutnya, pengiriman 200 kereta tipe BG (Broad Gauge) dikirimkan secara bertahap sejak Juli 2019.
 
"Pengiriman kali ini merupakan pengiriman kereta untuk tipe MG (Meter Gauge) dengan jumlah total 200 kereta. 26 kereta batch awal tersebut telah dikirimkan pada 24 Juli 2019 menuju Chittagong Port, Bangladesh," kata Budi.
 
Adapun pada September, PT INKA akan memulai lagi pengiriman kereta. Selain untuk Bangladesh Railways, PT INKA (Persero) pada 2018 telah menandatangani kontrak pengadaan kereta untuk Philippine National Railways yakni 6 DMU (Diesel Multiple Unit), tiga Lokomotif dan 15 unit Kereta Penumpang dengan nilai kontrak sebesar USD57,1 juta.
 
Kemudian, PT INKA (Persero) juga pernah memenuhi pesanan kereta ke luar negeri lainnya meliputi Power Generating Car (PGC) dan gerbong barang ke Malaysia, Well Wagon ke Singapura, Ballast Hopper Wagon (BHW) ke Thailand, Lokomotif ke Filipina, dan Blizzard Center Sills ke Australia.
 
Untuk meningkatkan kapasitas ekspor, PT INKA (Persero) sedang dalam tahap pembangunan pabrik kedua di Banyuwangi di lahan seluas 80 hektare.
 
Jika sudah selesai, Budi mengatakan pabrik ini tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksinya, tetapi juga menghemat waktu pengiriman.
 
"Kalau dari Madiun itu kalau ke Bangladesh, dibawa dengan multi excel truck ke Tanjung Perak. Itu bisa dua sampai tiga hari sampainya. Sekarang sudah bisa delapan jam sampai, tapi itu masih masalah. Kalau di Banyuwangi nanti sudah ada akses keluar langsung ke pelabuhan, jadi ekspor impor gampang," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif