Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Medcom.

Mentan SYL Dukung Bali Majukan Pertanian

Ekonomi pertanian
Antara • 05 Januari 2020 08:02
Denpasar: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memuji komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam memajukan sektor pertanian di Pulau Dewata. Pihaknya juga siap mendukung penuh untuk mewujudkan visi bidang pangan pemprov setempat.
 
"Rasanya kalau semua gubernur seperti ini, Indonesia akan cepat selesai ini persoalannya," kata Yasin Limpo di Wantilan Kertha Sabha, Denpasar, Bali sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu, 5 Januari 2020.
 
Yasin Limpo mengemukakan pentingnya menghadirkan pertanian secara konsisten sehingga mampu menjadi harapan dan kebutuhan warga negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bali, menurut dia, memiliki potensi besar di sektor pertanian. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dari 11-12 persen menjadi 20-30 persen. Akselerasi ini akan berdampak kepada masyarakat yang paling kecil.
 
"Enggak ada orang yang enggak butuh makan, enggak ada orang yang tidak butuh sayur, tidak ada orang yang tidak butuh buah-buahan, tidak ada orang yang tidak butuh daging," ujarnya.
 
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Bali Sri Organik dengan Big Almond Tree Pty Ltd. terkait ekspor beras organik ke Australia sebanyak 16 ton.
 
Mentan menyambut positif hal ini dan meminta jajarannya memberikan dukungan kepada pemerintah provinsi Bali dalam memenuhi permintaan ekspor ini mulai dari pemilihan bibit dan pupuk yang tepat.
 
"Kami siap, mana ada yang mau lagi tinggal ditunjuk oleh Pak Gubernur. Mempersiapkan ini memang harus dari hulu ke hilir," ucapnya.
 
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu berharap Bali bisa meningkatkan nilai ekspornya tiga kali lipat dari ekspor pada 2019 sebesar Rp530 miliar menjadi Rp1,5 triliun dan Bali memiliki potensi untuk itu.
 
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sektor pangan menjadi prioritas utama dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali karena ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
 
"Ini harus bisa memberi jaminan dan kepastian untuk bisa dipenuhi agar kehidupan keluarga kami berjalan dengan baik," ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu.
 
Untuk itu Gubernur Koster telah membuat beberapa kebijakan seperti Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.
 
"Dengan pembangunan pertanian organik ini, karena kami ingin agar alam manusia dan budaya Bali ini betul-betul sehat dan bersih sebagai bagian dari pada pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," katanya.
 
Menurut dia, Nilai Tukar Petani yang menjadi barometer kesejahteraan petani di Bali sudah meningkat dari 105 menjadi 107. "Bahkan mau kita dorong lagi Pak supaya nilai tukar petani meningkat," ucapnya.
 
Salah satu yang dilakukan adalah dengan mendorong ekspor produk pertanian. Sebelum ekspor beras organik ini, Bali sudah berhasil mengekspor 4.000 ton manggis ke Tiongkok. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian juga menyerahkan Aplikasi Peta Potensi Ekspor Pertanian Provinsi Bali kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif