Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro. Medcom/Eko Nordiansyah.
Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro. Medcom/Eko Nordiansyah.

Taspen Belum Berencana Tambah Porsi Kepemilikan di Bank Mantap

Ekonomi taspen
Husen Miftahudin • 20 Maret 2019 19:23
Tangerang: PT Taspen (Persero) belum berencana menambah porsi kepemilikan saham di Bank Mandiri Taspen (Mantap). Taspen lebih memilih untuk meningkatkan modal dengan komposisi porsi saham yang tetap di perusahaan dana tabungan dan asuransi pegawai negeri pelat merah itu.
 
"Kita lebih suka menaikkan aset, menaikkan modal dengan porsi (komposisi kepemilikan saham) yang tetap," ujar Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro usai meresmikan groundbreaking pembangunan Apartemen Aspena Residence, Jalan Halilm Perdana Kusuma, Batu Ceper, Tangerang, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Menurut Iqbal, keengganan Taspen menambah porsi kepemilikan hingga mengakuisisi Bank Mantap dilakukan untuk menjaga sumber daya manusia (SDM) yang ada di tubuh perusahaan patungan Bank Mandiri dan Taspen ini. "Kita menyadari adanya kompetensi SDM yang harus kita jaga," tegas Iqbal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di akhir tahun lalu, Bank Mandiri dan Taspen menginjeksi modal kepada Bank Mantap sebanyak Rp500 miliar. Penambahan modal oleh kedua induk usaha Bank Mantap itu membuat porsi kepemilikan saham berubah, Bank Mandiri sebesar 51,05 persen dan Taspen menjadi sebanyak 48,39 persen.
 
Sebelumnya, Bank Mandiri punya saham di Bank Mantap sebanyak 59,44 persen, sementara Taspen sebesar 40 persen. Saat ini, komposisi pemegang saham Bank Mantap terdiri dari Bank Mandiri (51,08 persen), Taspen (48,41 persen), dan IB Made Putra Jandhana (0,51 persen).
 
Dalam laporan keuangan 2018, Bank Mantap berhasil membukukan laba bersih sebanyak Rp333 miliar. Angka itu naik 108 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp160 miliar.
 
Sementara total kredit yang disalurkan pada Januari-Desember 2018 mencapai Rp15,5 triliun atau tumbuh 48 persen secara year on year (yoy). Dari jumlah itu, mayoritas atau Rp14 triliun disalurkan ke segmen pensiunan. Sekitar Rp1,5 triliun sisanya merupakan kredit mikro ritel.
 
Sementara itu, penghimpunan dana masyarakat terkerek 56,8 persen (yoy) menjadi Rp15,3 triliun. Kenaikan dana pihak ketiga (DPK) dimotori dana mahal deposito yang porsinya mencapai 80 persen dari keseluruhan. Sementara itu, untuk nilai aset Bank Mantap secara total tercatat Rp20,9 triliun, tumbuh 53 persen secara tahunan

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif