Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Aturan Verifikasi Ekspor Kelapa Sawit dan Turunannya Dihapus

Ekonomi kelapa sawit kementerian perdagangan
Desi Angriani • 18 Maret 2019 22:54
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mencabut aturan resmi mengenai verifikasi ekspor kelapa sawit dan turunannya. Hal ini guna meningkatkan efektivitas ekspor kelapa sawit ke luar negeri.
 
Pencabutan Permendag ini tertuang dalam Permendag Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54/M-Dag/Per/7/2015 tentang Verifikasi atau Penelusuran Teknis terhadap Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan Produk Turunannya. Permendag Nomor 17 Tahun 2019 berlaku setelah tujuh hari diundangkan yaitu pada 28 Februari 2019.
 
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menyatakan pencabutan Permendag ini bertujuan untuk menyederhanakan proses dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan ekspor komoditas produk kelapa sawit dan turunannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain untuk meningkatkan efektivitas, pencabutan Permendag ini untuk melaksanakan hasil keputusan rapat koordinasi bidang perekonomian di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa waktu lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Berdasarkan Permendag 54 Tahun 2015 Jo Permendag 90 Tahun 2015, setiap pelaksanaan ekspor kelapa sawit, crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, diwajibkan dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis yang dilakukan oleh surveyor sebelum muat barang.
 
Verifikasi oleh surveyor meliputi verifikasi administratif dan fisik, penentuan jenis dan spesifikasi teknis, serta kualitas barang melalui analisa di laboratorium.
 
Selanjutnya untuk ekspor komoditas ini akan mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2019 tentang Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan Produk Turunannya. Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku tujuh hari sejak diundangkan yaitu pada 1 Maret 2019.
 
Perusahaan induk perkebunan PTPN III (Persero) sebelumnya membukukan kontrak dagang minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dengan importir asal Mesir. Nilai ekspor yang disepakati mencapai Rp1,85 triliun.
 
Kontrak dagang dilakukan antara PTPN III dan PT Chita Agri Indonesia dengan salah satu perusahaan pengolahan dan distribusi minyak sawit Mesir, Oleo Misr Co.
 
Pada kontrak dagang tersebut PTPN III akan menyuplai minyak kelapa sawit sebesar 10 ribu-16 ribu MT per bulan dengan nilai USD100 juta selama 2019. Sedangkan PT Chita Agri Indonesia akan menyuplai minyak kelapa sawit sebesar 4.000-5.000 MT per bulan dengan nilai USD30 juta.
 
Potensi transaksi yang akan dihasilkan kedua perusahaan tersebut mencapai USD130 juta atau setara Rp1,85 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Catatan itu dihasilkan saat estimasi harga minyak kelapa sawit USD5.000 per MT.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif