Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Gandeng BEI. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Gandeng BEI. (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Perluas Kepesertaan, BPJS Kesehatan Gandeng BEI

Ekonomi bursa efek bpjs kesehatan
Nia Deviyana • 15 Mei 2019 12:08
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai upaya memperluas kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
 
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan langkah ini diambil untuk mendorong perusahaan perusahaan mendaftarkan entitas dan seluruh pekerjanya ke dalam program JKN-KIS sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
 
"Melalui kerja sama ini, kami berharap BEI bisa ikut memberikan kontribusi besar dalam upaya perluasan kepesertaan Program JKN-KIS," ujar Andayani usai menandatangani nota kesepahaman dengan PT Bursa Efek Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andayani menjelaskan bahwa peran badan usaha sangat besar dalam mendukung perputaran roda JKN-KIS. Dia bilang, badan usaha mampu memberikan kontribusi yang optimal untuk mengawal keberlangsungan program jaminan kesehatan sosial tersebut.
 
"Badan usaha harus comply dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan kepada seluruh pekerjanya, termasuk anggota keluarganya. Jangan baru dipenuhi ketika pekerja yang bersangkutan sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan. Selain itu, alangkah baiknya jika badan usaha bisa ikut mendukung upaya promotif preventif sehingga pekerja yang sehat tetap sehat. Dengan demikian, produktivitas perusahaan akan terjaga," kata Andayani.
 
Selain dalam hal perluasan peserta JKN-KIS, ruang lingkup kerja sama juga diharapkan mampu menambah jumlah institusi tercatat di bursa lewat data yang dimiliki BPJS Kesehatan.
 
"Bursa menjalin kerja sama karena BPJS Kesehatan punya ratusan, bahkan ribuan anggota. Dari situ kita pilah mana institusi yang berpotensi tercatat di bursa. Jadi selain menambah perusahaan tercatat, dampaknya juga akan meningkatkan jumlah investor," terang Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, pada kesempatan yang sama.
 
Dengan demikian, maka artinya BPJS Kesehatan akan memberikan data potensi calon perusahaan dan potensi calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan kepada PT Bursa Efek Indonesia. Sebaliknya, PT Bursa Efek Indonesia akan memberikan data potensi perluasan kepesertaan badan usaha kepada BPJS Kesehatan.
 
Hingga 10 Mei 2019, total peserta JKN-KIS telah mencapai 221.580. 743 jiwa atau sekitar 83.94 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta. Adapun sampai dengan akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar dalam Program JKN-KIS.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif