Kemenperin Revitalisasi Manufaktur Agar Lebih Ekspansif
Gedung Kementerian Perindustrian (Foto: Setkab)
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat merevitalisasi sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun Kemenperin terus memaksimalkan fungsi dan tugasnya guna memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih baik lagi.

"Dalam merespons perkembangan global saat ini, Kementerian Perindustrian beserta sektor swasta sedang menyiapkan program strategis," kata Staf Khusus Kemenperin Zakir Machmud, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Sasaran besarnya, tambahnya, adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030. Tujuannya, lanjut Zakir, adalah untuk semakin meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor manufaktur dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.  

Di samping itu, masih kata Zakir, program yang ada di peta jalan tersebut juga akan mendongkrak kompetensi tenaga kerja industri.  Apalagi, Indonesia akan memasuki masa bonus demografi dengan mayoritas penduduk berusia produktif. Oleh karenanya, perlu ada langkah sinergi antara pemerintah dengan swasta.

Jadi, tambahnya, ini mutlak dilakukan karena sektor industri merupakan tulang punggung bagi perekonomian. Dan, industri nasional harus berdaya saing global. Terkait hal itu, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia.  

"Sebanyak 609 industri dan 1.753 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah ikut terlibat dan pelaksanaan program ini akan terus digulirkan," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id