Seorang pria melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat  (MI/PANCA SYURKANI)
Seorang pria melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (MI/PANCA SYURKANI)

BI Nilai Ekonomi Kepri Mulai Pulih

Ekonomi bank indonesia ekonomi daerah
25 Februari 2019 15:00
Batam: Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai pulih seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang tercatat mencapai 5,38 persen (yoy) pada triwulan IV-2018. BI berharap perekonomian Kepri bisa tumbuh lebih maksimal di sepanjang 2019.
 
"Pertumbuhan ekonomi jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2018 adalah yang tertinggi dalam dua tahun terakhir," kata Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Kepri di Batam, Kepri, seperti dikutip Antara, Senin, 25 Februari 2019.
 
Peningkatan ekonomi Kepri pada triwulan IV itu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun secara keseluruhan, yang tercatat 4,56 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi tahunan di 2018 juga meningkat relatif tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang hanya sekitar dua persen (yoy).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski demikian belum bisa mengejar pertumbuhan pada 2014-2015 yang mencapai enam persen (yoy)," kata Gusti.
 
Menurut dia pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV-2018 ditopang konsumsi rumah tangga yang menguat, serta membaiknya kinerja net ekspor. BI mencatat konsumsi rumah tangga di kuartal IV-2018 tumbuh 4,57 persen (yoy), menguat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang 3,77 persen (yoy).
 
"Salah satunya bersumber dari meningkatnya komsumsi masyarakat pada perayaan Hari Raya Natal dan libur jelang tahun baru," kata Gusti.
 
Kinerja net ekspor Kepri ditopang membaiknya pertumbuhan total pengiriman barang ke luar negeri, seiring melemahnya impor. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, ekonomi Kepri didukung sektor pengolahan, pertambangan, penggalian, dan perdagangan.
 
BI mencatat industri pengolahan pada triwulan IV-2018 tumbuh 4,8 persen (yoy), pertambangan dan penggalian 7,7 persen, dan perdagangan menguat 7,43 persen (yoy). Sementara kinerja pembentukan modal tetap bruto atau investasi pada triwulan IV-2018 tumbuh tinggi.
 
Namun pertumbuhannya melambat menjadi 10,23 persen (yoy) dibandingan triwulan sebelumnya yang tumbuh 11,16 persen (yoy). Sebaliknya kinerja pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan tertahan oleh perlambatan pertumbuhan konsumsi pemerintah dari 0,34 persen pada triwulan III-2018 menjadi 0,15 persen (yoy) pada triwulan IV-2018.
 
"Ini disebabkan oleh realisasi belanja pemerintah tanpa memasukkan komponen belanja modal yang pada akhir 2018 lebih rendah," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif