Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

YLKI Sebut Cukai Rokok Bisa Kurangi Kanker

Ekonomi cukai tembakau
Ilham wibowo • 11 Januari 2019 17:50
Jakarta: Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut kenaikan tarif cukai tembakau perlu dilakukan. Instrumen ini bertujuan untuk mengendalikan dampak buruk merokok.
 
Menurut dia, pengendalian rokok yang saat ini masih minim tercermin dari meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular berbahaya seperti kanker, stroke, dan hipertensi. Dampak lainnya, kata Tulus, kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melambat lantaran mengalami financial bleeding yang mencapai Rp16,5 triliun pada 2018.
 
"Kita tahu setiap tahun ada 350 miliar batang rokok dikonsumsi masyarakat Indonesia, artinya Rokok menjadi pencetus utama penyakit tidak menular," ujar Tulus ditemui dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tulus menuturkan menaikkan cukai rokok merupakan instrumen paling konkrit mengendalikan konsumsi rokok. Mestinya, pemerintah dalam dua tahun terakhir ini bisa menerapkannya sesuai standar WHO, cukai rokok minimal 75 persen dari harga retail.
 
"Pantaslah jika cukai rokok di Indonesia adalah salah satu cukai rokok terendah di dunia. Rendahnya cukai akan mengakibatkan rokok terasa murah dan akhirnya gampang dibeli sekalipun oleh kelompok rentan seperti anak-anak, remaja dan kalangan miskin," ungkapnya.
 
Tulus menyoroti besaran cukai eksisting saat ini yang baru mencapai 38 persen. Instrumen utama pengendalian dampak buruk merokok ini bisa dinaikkan menjadi 57 persen agar pengembangan sumber daya manusia terimplementasi dengan baik.
 
"Seharusnya negara bisa dapat jauh lebih tinggi dari hitungan bodoh saya yang bisa sampai Rp350 triliun, negara dapat cukai kalau pemerintah bisa tegas naikan cukai," paparnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif