Illustrasi, MI/Ramdani.
Illustrasi, MI/Ramdani.

Revisi DNI, CORE Usulkan Buka Sektor Jasa

Ekonomi daftar negatif investasi
Nur Aivanni • 11 November 2018 17:26
Jakarta: Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengusulkan agar pemerintah membuka pintu investasi bagi asing di sektor jasa dalam revisi daftar negatif investasi (DNI). Pasalnya, investasi asing di sektor jasa masih minim.
 
"Investasi asing di sektor jasa, khususnya kesehatan masih sedikit, aturannya masih cukup ketat. Perlu relaksasi," katanya kepada Media Indonesia, Minggu, 11 November 2018.
 
Di sektor jasa, menurut Piter, investasi asing perlu ditingkatkan terutama untuk jasa transportasi laut. Hal itu dimaksudkan untuk memperbaiki neraca jasa sekaligus juga mengurangi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain jasa transportasi laut, jasa pelayanan kesehatan pun perlu dibuka dengan fokus pada pelayanan yang tidak tersedia di dalam negeri.
 
"Tujuannya mengurangi kepergian WNI berobat keluar negeri. Selain itu, untuk meningkatkan kompetisi dalam negeri. Saat ini pelayanan kesehatan dalam negeri belum cukup baik," terangnya.
 
Untuk diketahui, pemerintah berencana kembali merevisi aturan terkait Daftar Negatif Investasi. Revisi tersebut dilakukan untuk mendorong minat investasi langsung masuk ke Indonesia. Hal itu sebagaimana hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada Jumat (9/11) kemarin.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif