Ruang Pelonggaran Suku Bunga Kredit Perbankan Masih Terbuka

Eko Nordiansyah 15 Februari 2018 20:28 WIB
suku bunga
Ruang Pelonggaran Suku Bunga Kredit Perbankan Masih Terbuka
Deputi Gubernur BI Perry Wajiyo. Medcom/Eko Nordiansyah.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai ruang pelonggaran suku bunga kredit di perbankan masih terbuka. Meskipun bank sentral masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate sebesar 4,25 persen, namun pelonggaran suku bunga yang telah dijalankan belum maksimal ditransmisikan ke perbankan.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan suku bunga acuan bank sentral telah mencapai 300 basis poin (bps) sejak awal tahun 2016. Sementara suku bunga kredit tercatat baru turun setengah dari penurunan suku bunga BI.

"Akankan suku bunga kredit masih turun? kita yakini masih, karena memang sejauh ini suku bunga kredit baru turun 150 bps. Kelihatan juga takut suku bunga kredit Januari memang masih ada room penurunan," kata Perry di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 15 Februari 2018.

Pada Desember 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat 11,30 persen atau turun 15 basis poin dari bulan sebelumnya. Saat ini suku bunga kredit konsumsi tercatat sebesar 12,54 persen, suku bunga kredit investasi sebesar 10,51 persen, dan suku bunga kredit modal kerja sebesar 10,75 persen.

Untuk itu, bank sentral berharap perbankan tidak lagi mengandalkan pendapatan bunga sehingga bunga bisa lebih murah. Sebagai gantinya bank bisa mengandalkan pendapatan non bunga atai Fee Based Income (FBI) agar tetap menguntungkan.

"Apa yang perlu dilakukan, koordinasi BI OJK, jadi penting untuk pastikan suku banga masih turun. Tingkat efisiensi dan pendapatan bank yang lain-bank selain bunga (FBI). Langkah-langkah koordinasi ini mulai menghasilkan, biaya tenaga kerja biaya operasional FBI keliatan," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pelonggaran kebijakan moneter masih memadai untuk menurunkan suku bunga kredit. Selain itu, BI akan mengedepankan stance kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit serta pertumbuhan ekonomi.




(SAW)