Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Parman Nataatmadja (kanan) menerima beras premium dari petani Indramayu. (Dok: PNM)
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Parman Nataatmadja (kanan) menerima beras premium dari petani Indramayu. (Dok: PNM)

Indramayu Ditargetkan Jadi Lumbung Padi Premium

Ekonomi padi
Husen Miftahudin • 11 Maret 2017 13:06
medcom.id, Jakarta: Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah lumbung padi nasional dengan hasil panen padi sebanyak 1,7 juta ton per tahun sedangkan konsumsinya hanya 250 ribu ton per tahun. Sayangnya di sisi lain Kabupaten Indramayu diakui memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan, sinergi antar BUMN bisa menjadi solusi mengentas kemiskinan terhadap para petani di Kabupaten Indramayu.
 
"Kita harus memberikan dukungan terhadap para petani Indramayu bagaimana penanganan pasca panen sehingga para petani mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satunya dengan menjadikan beras biasa menjadi beras premium," ujar Rini dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu 11 Maret 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejalan dengan hal tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) tengah melakukan program pembinaan terhadap petani Indramayu guna membudidayakan beras premium melalui Koperasi Malai Padi Kabupaten Indramayu.
 
"Kebanyakan lumbung beras di sini adalah beras biasa tapi para petani tertarik untuk membudidayakan beras premium dan itu akan membantu para petani mendapatkan hasil yang maksimal, karena kita juga melihat beras premium menjadi salah satu pasar yang bagus," ujar Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja.
 
Parman menyebut, Koperasi Malai Padi bisa mengawasi dalam proses budidaya padi premium dan nantinya bisa bertindak sebagai pengepulnya. "Koperasi Malai Padi nantinya bisa bekerja sama dengan BUMN beras jadi offtacker? karena BUMN lain juga sudah mulai. Jadi ini tahap perintisan bagi kita," lanjutnya.
 
Executive Vice Presiden? PNM Arief Mulyadi menjelaskan bahwa perseroan menyalurkan Dana Kemitraan untuk anggota Koperasi Malai padi seIuas 70 hektare (ha), lalu sinergi antara PNM dan PT KAI untuk tambahan penyaluran dana serta kemitraan seluas 60 ha.
 
"Dan ke depan, kita akan lakukan sinergi dengan BUMN lain untuk melakukan sertifikasinya. Sinergi BUMN antar PNM dengan BUMN lain yaitu dalam penyaluran dana kemitraan untuk memperluas lahan pertanian premium, lalu untuk pembibitan padi pertanian serta membuka peluang kerja sama pasar koperasi Malai Padi dengan BUMN sebagai offtaker? beras premium," tutup Arief.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif