Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Komisi XI Bakal Panggil OJK Bahas Temuan BPK

Ekonomi ojk
Eko Nordiansyah • 16 Juni 2019 06:13
Jakarta: Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana memanggil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna membahas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Rencananya rapat soal inefisiensi anggaran OJK itu akan digelar akhir bulan ini.
 
"Akhir bulan, kami ada rapat dengar pendapat dengan mereka (OJK)," tutur Anggota Komisi XI DPR RI, Haerul Saleh dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.
 
Inefisiensi berawal dari permasalahan sewa dan penggunaan gedung kantor lembaga pengawas industri keuangan tersebut. Hal ini terungkap dari Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2018 dari BPK yang baru saja dipublikasikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam IHPS tersebut, BPK menemukan bahwa Dewan Komisioner OJK telah memutuskan untuk menyewa Gedung Wisma Mulia 1 dan 2, tetapi kemudian hanya memanfaatkan sebagian. Hal ini mengakibatkan terdapat pengeluaran uang sewa gedung, namun gedungnya tidak bermanfaat.
 
Haerul Saleh mengaku hal tersebut sudah pernah dibahas oleh Komisi XI dalam rapat beberapa waktu lalu. Ketika itu, OJK melempar tanggung jawab pada manajemen yang lama.
 
"Waktu itu pihak OJK menjawab bahwa hal tersebut merupakan kesalahan kebijakan (pimpinan OJK) lama. Tapi menurut saya, masalah tersebut tidak bisa dilimpahkan begitu saja," katanya.
 
Dirinya menegaskan keputusan itu merupakan keputusan kelembagaan sehingga bila tidak digunakan atau dimanfaatkan berarti ada inifesiensi yang sengaja dilakukan. Oleh karena itu, ia mengaku masih akan menuntut OJK untuk menjelaskan secara komprehensif.
 
"Nanti setelah itu baru kita lihat rekomendasi BPK sepeti apa. Apakah memang masih ada jalan perbaikan dengan melakukan pengembalian atau ada unsur hukum lain. Yang pasti harus ada yang bertanggung jawab," tegasnya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif