Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.

Jokowi Sindir Perbankan Belum Turunkan Bunga Kredit

Ekonomi perbankan suku bunga
Annisa ayu artanti • 06 November 2019 11:32
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyindir perbankan-perbankan yang hingga kini belum menurunkan bunga kreditnya.
 
Hal itu disampaikannya dalam sambutan di Indonesia Banking Expo 2019. Ia meminta perbankan segera menurunkan bunga kreditnya, menyusul penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang sudah diturunkan sebesar 100 basis poin (bps) menjadi lima persen.
 
"Saya mengajak memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit," kata Jokowi di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia membandingkan dengan negara lain yang bunga kreditnya sudah lebih kompetitif. Jokowi pun menunggu perbankan segera menurunkan bunga kredit.
 
"Ah masa? Negara lain sudah 'turun-turun-turun'. Kita BI rate sudah turun, banknya belum. Ini saya tunggu," ucap dia.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Raden Pardede mengatakn butuh waktu sekitar enam sampai sembilan bulan bagi perbankan menyesuaikan bunga kreditnya. "Jadi, bisa lag-nya itu 6-9 bulan baru kemudian akan terjadi penurunan dari suku bunga," kata Raden.
 
Raden membeberkan sebenarnya sudah ada penurunan bunga deposito dan kredit. Hanya saja penurunan bunga tersebut tidak langsung seketika saat BI menurunkan suku bunga. "Biasanya akan ada lag-nya. Jadi sudah terjadi penurunan sebetulnya," ucap dia.
 
BI telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 25 bps. Suku bunga acuan periode Oktober 2019 menjadi lima persen.
 
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi lima persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019 lalu.
 
Selain itu, otoritas juga menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesr 25 bps. Sehingga, suku bunga deposit facility menjadi 4,25 persen dan suku bunga lending facility menjadi 6,75 persen.
 
BI memutuskan untuk melakukan penurunan suku bunga acuan sebagai langkah pre-emptive lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

 
"Kebijakan ini didukung strategi operasi moneter yang terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," jelas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif