Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Medcom/Eko Nordiansyah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Medcom/Eko Nordiansyah.

Pelonggaran GWM dan Suku Bunga Dorong Pertumbuhan Kredit

Ekonomi kredit
Desi Angriani • 24 Juli 2019 17:30
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menilai penurunan giro wajib minimum (GWM) dan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia serta masuknya arus modal di pasar keuangan domestik dapat meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan.
 
Saat ini kredit perbankan tercatat tumbuh stabil pada level 9,92 persen yoy pada paruh pertama 2019. Pertumbuhan kredit tertinggi berada di sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan.
 
"Kebijakan Bank Indonesia melalui pelonggaran kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) dan penurunan suku bunga akan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan," katanya dalam jumpa pers di Menara Radius Prawiro, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wimboh menjelaskan setelah bunga acuan BI turun maka transmisi bunga deposito dan bunga kredit akan segera berjalan. Apalagi dengan penurunan giro wajib minimum sebesar 0,5 persen untuk bank umum konvensional dan bank syariah akan menambah likuiditas Rp26,5 triliun.
 
"OJK juga mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia yang terus mendukung penguatan fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan," imbuh dia.
 
Adapun OJK mencatat perbankan mampu menjaga risiko kredit stabil pada level yang rendah. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,50 persen, terendah pada posisi akhir Semester I dalam lima tahun terakhir.
 
Begitu pula dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan stabil pada level 2,82 persen. Perbankan kata Wimboh, juga mampu menjaga risiko pasarnya berada pada level yang rendah, tercermin dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 2,2 persen, stabil pada level di bawah ambang batas ketentuan.
 
Bank Indonesia (BI) sebelumnya memangkas suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate 25 basis poin atau 0,25 persen. Untuk suku bunga deposit facility juga diturunkan 25 bps menjadi lima persen dan lending facility menjadi 6,5 persen.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan dengan penurunan bunga yang dilakukan oleh BI, ke depannya akan diikuti oleh penurunan suku bunga kredit di perbankan nasional.
 
Sejak Mei tahun lalu hingga Juni 2019, suku bunga kredit pada perbankan sudah turun 23 bps. Diikuti dengan suku bunga dana pihak ketiga (DPK) meskipun tidak terlalu besar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif