INKA-WIKA-Bank Mandiri Lebarkan Sayap Bisnis ke Filipina

Annisa ayu artanti 28 Mei 2018 22:36 WIB
bumn
INKA-WIKA-Bank Mandiri Lebarkan Sayap Bisnis ke Filipina
Perusahaan BUMN ekspansi ke Filipina . Medcom/Ayu.
Manila: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan ada tiga perusahaan pelat merah yang kembali melebarkan sayap bisnis ke luar negeri. Tiga perusahaan tersebut adalah PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ketiganya mengembangkan bisnis di Filipina.

Rini menyebutkan, INKA akan mengekspor produk keretanya ke Filipina. Hal itu dikatakannya setelah menyaksikan penandatanganan kontrak jual beli antara INKA dengan Philippines National Railways (PNR) di Manila, Filipina.

"Ini menambah deretan prestasi panjang PT INKA sebagai produsen kereta yang handal, baik di dalam negeri maupun dunia internasional. Kementerian BUMN akan terus mendukung PT INKA agar terus melebarkan sayap bisnisnya," kata Rini di Manila, Senin, 28 Mei 2018.

Kontrak tersebut memuat tentang pembelian empat trainset Diesel Multiple Unit atau Kereta Rel Diesel (KRD) dengan nilai USD21,4 juta, serta pembelian tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang senilai USD26,1 juta.

Pengiriman akan dilakukan secara bertahap pada 18 Januari 2020 dan 27 Mei 2020. Sebelumnya, pada 22 Januari 2018 kedua belah pihak juga sudah menandatangani kontrak jual beli dua trainset KRD senilai USD9,7 juta.

Proyek kerja sama ini merupakan inisiasi pemerintah Filipina untuk menyediakan sarana transportasi publik yang dapat diandalkan, mempersingkat jarak tempuh, dan lebih nyaman bagi masyarakat.

Rini menuturkan, kontrak ini merupakan kontrak pembelian yang pertama setelah 40 tahun lamanya PNR tidak berkontrak pengadaan kereta. KRD produksi INKA tersebut nantinya akan dioperasikan di jalur penghubung Tutuban Station dan Alabang Station, Metro Manila.

Selain itu, Rini juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara WIKA dengan Citra Manila Consortium yang terdiri dari PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Citra Persada Infrastruktur, dan CLGP Philipine Holding Inc terkait proyek pembangunan jalan tol elevated sepanjang 18 Kilometer menyambungkan Metro Manila dengan wilayah Taguig.

Pembangunan jalan tol ini rencananya akan dibangun selama tiga tahun (Januari 2019-December 2022) dan didanai langsung oleh Pemerintah Filipina. Nilai proyek jalan tol tersebut mencapai USD1,25 Miliar.

Selain rencana Proyek Manila Taguig Expressway, WIKA sebelumnya telah memulai rekonstruksi Clarin Bridge di Bohol, Filipina. Clarin Bridge termasuk dalam Bohol Circumferential Road yang runtuh akibat gempa bumi 7,2 skala richter di Filipina pada 2013.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, WIKA dan perusahaan lokal Filipina VT  Lao Construction dipercaya untuk melakukan rekonstruksi Clarin Bridge dengan nilai kontrak 445,8 juta Peso Filipina. Jembatan sepanjang 104 meter ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2019 dan diharapkan akan mempermudah akses menuju daerah pariwisata serta mempercepat arus mobilisasi barang dan jasa di Provinsi Bohol.

"Keberhasilan ekspansi PT INKA dan PT Wijaya Karya di Filipina sekarang ini merupakan salah satu bukti bahwa BUMN kita kuat, handal dan dipertimbangkan di luar negeri," ungkap Rini.

Tak hanya itu, di Manila, Rini pun menghadiri pertemuan dengan Menteri Keuangan Filipina dan Kepala Bank Sentral Filipina guna membahas rencana pengembangan bisnis ritel Bank Mandiri di negara tersebut.

 



(SAW)