Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli

Jokowi Minta Pasar Tradisional Dibuat Berbasis Online

Ekonomi belanja online pasar tradisional presiden jokowi
Nia Deviyana • 12 Maret 2019 16:27
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementrian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan ekosistem online pada pasar-pasar tradisional. Hal ini agar pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan toko-toko yang berjualan di marketplace.
 
"Saya minta Kemendag memperbaiki sistem offline di pasar-pasar, tetapi juga membangun sistem online sehingga pasar kita punya marketplace, punya platform untuk menyiapkan diri di era digital," ujar Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019 di ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Menurutnya pasar-pasar tradisional berbasis online harus segera direalisasikan. Apalagi banyak mal besar yang tutup karena perubahan pola belanja masyarakat dari offline ke online.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hati-hati kalau ini tidak direspons, di Tiongkok mal sudah banyak yang tutup karena kalah dengan online. Lagi-lagi saya ingatkan, siapkan ekosistem offline dan sistem online untuk pasar-pasar kita," tegas Jokowi.
 
Calon presiden incumbent ini juga meminta pemerintah daerah (Pemda) memberi bantuan anggaran agar kemasan produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga lebih menarik sehingga memiliki harga jual yang tinggi.
 
"Anggarkan mesin kemasan ke dalam APBD. Murah hanya 200 juta. Packaging itu sangat penting sekali utk masuk ke marketplace. Siapkan brandingnya, seperti warna, tulisan, semuanya. Agar barang itu enak dilihat, enak dijual," ungkapnya.
 
Di sisi lain, Presiden mengapresiasi kinerja Kemendag dalam membangun pasar di Tanah Air. Jokowi mendorong proyeksi pembangunan 5.200 pasar hingga akhir 2019 dapat terwujud.
 
"Saya mau memberikan apresiasi kepada Kemendag yang sampai 2018 telah membangun 4.200 pasar di seluruh Tanah Air, plus pasar-pasar kecil yang ada di desa sebanyak 8.900 sudah dibangun. Artinya, perhatian kita terhadap pasar selama empat tahun ini benar-benar terkonsentrasi ke sana," tutur dia.
 
Adapun Jokowi hadir pada pembukaan Rakornas Investasi untuk meresmikan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) sebagai lanjutan dari program online single submission (OSS) atau perizinan online terpadu.
 
Peluncuran Kopi Mantap bertujuan agar koordinasi antar stakeholder yakni Kementrian/Lembaga (K/L) maupun pemerintah Daerah (Pemda) bisa lebih optimal sehingga mempercepat proses perizinan.
 
Sebelum ada sistem OSS, pengusaha harus menyiapkan dan melengkapi berkas persyaratan perizinan terlebih dahulu. Jika sudah lengkap, maka izin bisa diterbitkan. Dengan OSS, polanya dibalik sehingga pengusaha bisa mendapatkan izin usaha lebih dulu, baru kemudian melengkapi persyaratan.
 
Namun proses perizinan tersebut perlu diawasi oleh aplikasi Kopi Mantap lantaran protokol komunikasi di OSS belum rampung. Peluncuran Kopi Mantap masuk ke dalam tiga rangkaian acara yang digelar BKPM sebagai upaya mendorong investasi demi meningkatnya lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
 
Adapun tiga kegiatan tersebut antara lain Regional Investment Forum (RIF) pada 11 Maret 2019, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019 pada 12 Maret 2019, dan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) pada 13-14 Maret 2019.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif