Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.
Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

Kata AFPI soal Fintech Menagih di Luar Prosedur

Ekonomi fintech
Nia Deviyana • 07 November 2018 05:07
Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) mengaku geram dengan perusahaan financial technology (fintech) yang melakukan penagihan di luar cara yang seharusnya. Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widiatmoko menjamin tidak ada anggota dalam asosiasinya yang melakukan tindakan tersebut.
 
"Faktanya mungkin ada ratusan pinjaman online yang tidak teregistrasi di OJK yang melakukan penagihan di luar kepantasan. Kami pastikan, itu (fintech) bukan anggota kami. Anggota kami jumlahnya 73 dan semua sudah terdaftar di OJK," ujar Sunu di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
 
Sebelumnya, beredar keluhan nasabah terkait prosedur penagihan utang oleh fintech yang dinilai meresahkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya dengar juga ada nasabah yang diancam data dan fotonya akan disebar jika tidak segera membayar hutang. Itu jelas keterlaluan. Kami akan menindak tegas anggota kami kalau ada yang seperti itu," tambahnya.
 
AFPI mengagendakan para anggotanya memperoleh sertifikasi lSO/ICE 27001 terkait sistem manajemen penanganan informasi, sesuai peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 tahun 2016. Penerapan sertifikasi ini merupakan bagian dari manajemen risiko dalam menjaga keamanan data kepada setiap layanan yang diberikan kepada konsumen.
 
Selain itu, akan diterapkan standardisasi dan sertifikasi bagi proses penagihan yang dilakukan oleh para anggota AFPI kepada konsumen, dimana proses penagihan harus sesuai dengan kode etik penagihan yang telah disetujui.
 
"Nantinya para agen penagihan harus memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif