Respons Sri Mulyani Soal Kepala Daerah Korupsi karena Gaji Kecil

Eko Nordiansyah 05 Desember 2018 15:15 WIB
kasus korupsi
Respons Sri Mulyani Soal Kepala Daerah Korupsi karena Gaji Kecil
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah tengah melakukan kajian terkait rencana menaikkan remunerasi (gaji) bagi kepala daerah. Menurutnya rencana ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Hal ini menanggapi pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang menyebut kecilnya gaji menjadi alasan banyak kepala daerah terseret korupsi. Sri Mulyani menyebut apa yang disampaikan Ketua KPK menjadi masukan bagi pemerintah.

"Kita melakukan kajian, kita juga menyampaikan kepada Bapak Presiden karena Bapak Presiden juga memiliki concern yang sama," kata Sri Mulyani ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Desember 2018.

Dirinya menambahkan rencana kenaikan gaji kepala daerah masih harus melihat berbagai hal sebelum diputuskan oleh pemerintah pusat. Termasuk implikasinya terhadap penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Nanti kajian itu kalau sudah selesai pasti disampaikan tentu kita akan lihat bagaimana implikasinya terhadap penyelenggaraan (APBN). Namun memang sampai saat ini, seluruh remunerasi, tunjangan dalam hal ini perlu untuk diperbaiki secara sistematik keseluruhannya," jelas dia.

Adapun kajian mengenai kenaikan gaji kepala daerah akan dilakukan secara lengkap dan menyeluruh. Termasuk bagaimana pemerintah melihat bagaimana beban tugas dan tanggung jawab dari para wali kota, bupati, maupun gubernur sebagai kepala daerah.

"Sehingga memang sudah saatnya untuk dibenahi dengan baik. Jadi kalau ada masukan dari KPK tentu ini adalah salah satu hal yang sangat baik yang akan kita pakai juga," pungkasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id